Diincar Masyarakat, Yuk Raup Untung dari Jualan Mi Organik Bebas Pengawet

ilustrasi

Bisnis pembuatan mi organik merupakan salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Bayak penggemar mi mulai peduli dengan kesehatannya, tetapi tak sedikit pemberitaan mengenai mi yang mengandung pengawet yang tidak aman dikonsumsi. Berikut peluang usaha mi organik.


https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

A. Peluang Bisnis
Mi organik merupakan salah satu solusinya. Mi dengan komposisi seperti sayuran (bayam, wortel, sawi, tomat, dan sebagainya) diolah dengan dicampur tepung terigu ataupun jenis tepung lainnya.

Potensi pasar mi organik sangat luas. Pasalnya, mulai dari anak-anak hingga dewasa menyukainya.

B. Persiapan Memulai Bisnis

1. Mencari resep mi organik yang bebas dari bahan pengawet.

2. Mencari produsen bahan baku pembuatan mi.

3. Mempersiapkan peralatan untuk membuat mi.

C. Strategi Bisnis

1. Memasarkan produk ke tetangga dan kerabat dekat.

2. Memberikan brosur yang berisi promo mi organik dan bahaya yang dikandung mi berbahan pengawet.

3. Memberikan bonus resep berbagai cara pengolahan mi organik.

4. Buatlah variasi mi organik yang lebih beragam.

D. Hambatan Bisnis
1. Bahan-bahan organik cenderung mahal yang akan berpengaruh pada harga jual.

2. Persaingan yang ketat dengan bisnis sejenis.

3. Tidak menutup kemungkinan adanya pesaing bisnis yang muncul dengan jenis mi yang lebih variatif, baik jenis sayurannya maupun tepungnya.

E. Tips Sukses

1. Berilah pelayanan yang maksimal sehingga konsumen puas.

2. Berinvasi dengan mencoba resep-resep baru untuk menambah daya tarik konsumen.

F. Analisis Bisnis
 

Asumsi harga rata-rata per porsi mi organic Rp10.000 per porsi. Target penjualan per hari adalah 50 porsi sehingga diharapkan dalam 1 bulan terjual 1.500 porsi. Omzet per bulan adalah 1.500 x Rp10.000 adalah Rp15.000.000.

Waktu operasi kedai adalah jam 10.00 hingga 21.00 setiap hari Senin-Minggu.

Masa manfaat asset peralatan adalah 3 tahun atau 36 bulan. Beban penyusutan per bulan jika nilai resido Rp100.000 adalah sebesar Rp11.900.000 dikurangi Rp100.000 hasilnya dibagi 36 bulan hasilnya Rp328.000 per bulan.


Analisis BEP (Break Even Point)


Dengan omzet Rp15.000.000 dan biaya total operasi Rp9.328.000, maka didapat laba per bulannya Rp5.672.000. Maka, dengan investasi awal Rp20.900.000 dibagi dengan laba Rp5.672.000 maka perkiraan BEP kisaran 3,7 bulan.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.