Kabut Asap di India Setara Mengisap 44 Batang Rokok Sehari

sumber photo:merdeka
Kabut asap polusi di Ibu Kota New Delhi, India, semakin parah. Jarak pandang semakin tipis, dan bisa menyebabkan iritasi pada mata. Dengan jarak pandang yang terbatas, banyak perjalanan kereta api maupun pesawat dibatalkan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Menurut kelompok peneliti Berkeley Earth yang berbasis di California, Amerika Serikat, udara di Delhi kini mengandung PM2.5 per meter kubik antara 950 sampai 1.000. Jumlah partikel udara tersebut setara dengan merokok 44 batang sehari.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganggap titik di atas 25 itu berarti tidak aman. Ukuran tersebut didasarkan pada konsentrasi partikel halus, atau PM2.5 per meter kubik.

Dilansir dari laman News 24, Minggu (12/11), partikel mikroskopik, yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer pada diameter, dianggap sangat berbahaya. Karena ukuran tersebut cukup kecil untuk masuk ke paru-paru dan masuk ke organ lain, dan menyebabkan risiko kesehatan yang serius.

Tak heran jika di India, banyak pedagang yang menjual masker dan pembersih udara. Dagangan mereka sangat laku karena banyak penduduk kaya yang ingin melindungi diri mereka dari polusi India yang berbahaya.

Pemimpin kota melakukan upaya untuk mengurangi polusi udara di India, seperti pembatasan masuknya truk ke kota Delhi dan menghentikan proyek sipil.

Mereka juga menutup semua sekolah negeri dan swasta, dan meminta agar puluhan ribu anak sekolah di kota tersebut tetap berada di dalam rumah.

Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Wartawan dan dokter memperingatkan kualitas udara sedang tidak baik, dan berefek pada kesehatan jangka panjang.

Dokter di ibu kota melaporkan terjadi lonjakan pada pasien yang mengeluh sakit di dada, sesak napas, dan mata terasa terbakar.

"Jumlah pasien meningkat, tentu saja. Saya tidak berpikir pernah begitu buruk di Delhi. Saya sangat marah karena kita harus menjalani ini," kata Deepak Rosha, ahli penyakit pernapasan di Rumah Sakit Apollo, Delhi. 

Sumber:merdeka

No comments

Powered by Blogger.