Kebaya Pengantin 'Seksi' dari Sukabumi Viral di Medsos




       Acara Wedding Expo yang digelar di salah satu hotel di Kota Sukabumi, Jawa Barat, bikin heboh. Seorang warganet mengunggah video model berkebaya penganten Sunda melenggak lenggok. Warganet menyoroti celana peragawati yang ketat sehingga terkesan 'seksi'. Video itupun viral di media sosial.



"Coba di nilai sama anda apakah pengantin etis penampilan begini/snda lho /daya miris menyaksikan generasi penerus ada yg nyiptakan busana pengantin kaya gini?atau mau anda pilih buat putri anda?" Demikian bunyi postingan video yang diunggah seorang warganet bernama Sumarni Suhendi.

Dalam profil media sosialnya, Sumarni Suhendi bekerja di Yayasan Masa Bakti Bandung dan tinggal di Kota Bandung. Ketika dihubungi melalui aplikasi pesan, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Pengamatan detikcom, hingga pukul 07.39 WIB, Rabu (8/11/2017), postingan yang diunggah pada 5 November lalu itu sudah 809 kali dibagikan, 160.541 kali tayang dan dikomentari sebanyak 609 kali oleh warganet lainnya.

detikcom kemudian mencoba menelusuri kebenaran kabar itu kepada pihak Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Sukabumi. Saat dihubungi lewat telepon selulernya Kepala Diskominfo Kota Sukabumi Gabril Sukarman membenarkan adanya acara Wedding Expo.

"Untuk kapannya mesti liat jadwalnya lagi, itu tentang produk UMKM jadi pameran juga termasuk produk wedding kuliner segala macam sekalian," kata Gabril melalui sambungan telepon.

Namun Gabril mengaku tidak mengetahui terkait adanya viral di medsos tentang salah satu pakaian kebaya pengantin yang dianggap tidak etis. "Masalah itu saya tidak tahu. Waktu itu keluar kota dan enggak banyak pegang handphone, mungkin anak buah saya yang tahu," ujarnya lagi.

Mengenai kepanitiaan, Gabril menegaskan jika Pemkot Sukabumi hanya mengetahui saja dan tidak terlalu banyak terlibat. "Panitianya bukan kita. Kita hanya mengetahui saja dan itu juga (panitianya) bukan pihak hotel, tapi ada kerja sama dengan pihak ketiga," tutur Gabril.

Beberapa kali detikcom mencoba mengkonfirmasi kepada pihak hotel yang diduga menjadi tempat acara itu. Salah seorang satpam bernama Bayu menyebut manajer hotel tidak ada di tempat. Begitu juga ketika detikcom menghubungi nomor dan nama yang tercantum dalam undangan acara, seseorang berinisial M sebagai panitia juga disebut oleh penerima telepon sedang tidak ada di tempat. 


Sumber : Detik

No comments

Powered by Blogger.