Korban Tewas Gempa Dahsyat Iran-Irak Lebih dari 130 Orang

sumber photo:sindonews

Korban tewas akibat gempa dahsyat 7,3 skala richter (SR) di perbatasan Iran-Irak telah melonjak menjadi lebih dari 130 orang. Sebanyak 129 korban tewas ditemukan di Kermanshah, Iran dan sisanya di beberapa wilayah di Irak.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Guncangan gempa terjadi pada hari Minggu dan diikuti gempa-gempa susulan pada hari Senin (13/11/2017). Media pemerintah di kedua negara melaporkan, tim penyelamat telah meningkatkan upayanya untuk menemukan puluhan orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

“Masih ada orang-orang di bawah puing-puing. Kami berharap jumlah korban tewas dan luka tidak akan melonjak terlalu banyak, tapi (kemungkinan) akan meningkat,” kata Wakil Gubernur Kermanshah, Iran, Mojtaba Nikkerdar, kepada stasiun televisi pemerintah setempat.

Lebih dari 60 korban tewas ditemukan di Kota Sarpol-e Zahab, sekitar 15 km (10 mil) dari wilayah perbatasan.

Pejabat Kesehatan Kurdi Irak menambahkan, setidaknya empat orang ditemukan tewas di Irak dan ada 50 orang lainnya terluka.

Survei Geologi AS (USGS) menyatakan, kekuatan gempa mencapai 7,3 SR. Sedangkan versi pejabat meteorologi Irak kekuatannya 6,5 SR dengan pusat gempa di Penjwin di Provinsi Sulaimaniyah, wilayah Kurdistan yang berbatasan dengan Iran.

Listrik padam di beberapa Kota di Iran dan Irak. Ribuan warga berhamburan ke jalan meski cuaca dingin, karena takut terjadi gempa susulan.

”Malam telah membuat sulit bagi helikopter untuk terbang ke daerah-daerah yang terkena dampak dan beberapa jalan juga terputus, kami khawatir dengan desa-desa terpencil,” kata Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli, seperti dikutip Reuters.

Di Irak, kerusakan paling luas terjadi di Kota Darbandikhan, 75 km sebelah timur kota Sulaimaniyah di wilayah semi otonom Kurdistan.

Menteri Kesehatan Kurdi, Rekam Hama Rasheed, mengatakan bahwa lebih dari 30 orang terluka di kota tersebut. ”Situasinya sangat kritis,” kata Rasheed kepada Reuters.

Rumah sakit utama di distrik itu rusak parah dan tidak memiliki listrik. Menurut Rasheed, kondisi itu membuat orang-orang yang terluka harus dibawa ke Sulaimaniyah untuk perawatan.

Kepanikan juga terjadi Ibu Kota Irak, Baghdad. Banyak warga bergegas keluar dari rumah dan gedung-gedung tinggi.

”Saya sedang duduk bersama anak-anak saya makan malam dan tiba-tiba bangunan itu  berdansa kencang,” kata Majida Ameer, warga setempat. ”Awalnya saya mengira itu bom besar, tapi kemudian saya mendengar semua orang di sekitar saya berteriak: 'Gempa bumi!',” ujarnya.

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.