Overdosis Obat Akibat Resep Dokter yang Salah, Balita 14 Bulan Tidur Selama 44 Jam


Klini tempat Belinda Lum memeriksakan balitanya.


     Belinda Lum harus merasa ketakutan dan kebingungan dengan kondisi putranya tepat setelah pergi ke dokter. Pasalnya, bukannya sembuh putranya yang berusia 14 bulan justru berubah menjadi seorang 'pangeran tidur'.



Putra Lum yang tak disebutkan namanya itu mulanya terserang penyakit batuk yang kemudian membuat sang ibu memutuskan untuk membawanya ke sebuah klinik. Perempuan berusia 33 tahun itu kemudian membawa buah hatinya ke sebuah klinik yakni YSL Bedok Clinic and Surgery.

Seorang dokter yang memeriksa putra lim kemudian memberikan obat berupa sebotol sirup dengan instruksi minum 3 kali sehari masing-masing 10 mililiters. Sebagaimana disitat dari The Star, Rabu (29/11/2017), usai meminum obat mengikuti intruksi dokter tersebut, putra Lum langsung jatuh tertidur nyenyak.

Namun Lum kemudian merasa ada yang tidak beres ketika putranya tak kunjung terbangun. Pada keesokan harinya, Lum memutuskan untuk melarikan putranya ke Rumah Sakit Mount Elizabeth Orchard untuk diperiksa oleh ahli syaraf. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terbukti jika dokter telah memberikan resep melebihi dosis yang seharusnya.

Putra Lum diketahui mendapatkan dosis obat 4 kali lebih banyak daripada seharusnya. Menanggapi hal ini, Lum langsung menemui dokter yang sebelumnya memeriksa putranya tersebut. Di hadapan Lum, sang dokter mengaku jika kesalahan penulisan dosis obat itu dilakukan oleh asistennya.

Dokter tersebut telah berjanji untuk memberi kompensasi atas kerugian yang dialami Lum dan meminta maaf secara publik. Lum kemudian membagikan kisahnya ini ke media sosial dengan harapan jika orangtua lain akan lebih teliti dan berhati-hati tentang pemberian obat pada anak serta agar mereka tak mengalami hal serupa dengannya.

Dokter Yik Keng Yeong menyebut, seorang anak seusia putra Lum seharusnya diberi hanya 1,5ml sampai 2,5 ml obat sirup. "10ml adalah dosis orang dewasa. Overdosis bisa berbahaya karena menyebabkan palpitasi jantung (kondisi ketika detak jantung Anda terasa tidak seperti biasanya) dan sedasi (kehilangan tingkat kesadaran)," ujar Dokter Yik.

Putra Lum total tertidur selama 44 jam lamanya. Dan guna menghindari dehidrasi, Lum dengan setia menyuapkan air minum ke putranya dalam kurun waktu tertentu. Atas insiden ini, Lum telah mengajukan laporan keluhan ke Singapore Medical Council.


Sumber : Okezone

No comments

Powered by Blogger.