Remas Payudara TKW Indoesia, Pria Bangla Ini Dipenjara 11 Bulan


Ilustrasi

      Seorang pria berkewarganegaraan Bangladesh dihukum 11 bulan lantaran melakukan penganiayaan dan pelecehan seksual kepada TKW Indonesia ketika ia menolak memberikan nomor HPnya dimana ia dipukul 3 kali oleh pria itu.



Hannan (32) mengkui perbuatannya kepada pengadilan Singapura atas dua tuduhan yang dilakukan kepada TKW Indonesia 2 September lalu dimana keduanya tidak saling mengenal sebelumnya.

Sebagaimana dilansir Yahoo Singapura, awal kejadiannya saat TKW itu tengah bermain dengan anak majikannya dan keponakannya ditaman Teban Gardens bersama TKW lain asal Myanmar.

Saat keduanya mulai meninggalkan taman pukul 18.30, tiba-tiba ada seornag pria mendekati dan meminta nomor HP.

TKW itu mengabaikan permintaan Hannan, karena kecewa kemudian ia mencoba memaksa dan meraih payudaranya dari belakang.

Karena ketakutan, TKW itu berteriak, sesaat pria itu diam namun terus membututinya hingga di sebuah lift di block HDBnya.

Dia menolak Hannan sekali lagi dan menjauh darinya. Hannan lalu mendekat dan memeluknya erat-erat, meremas payudaranya lagi dengan satu tangan, sementara korban memegang tangan keponakan majikannya.

Jaksa mengatakan pemerasan payudara itu sangat keras hingga terasa sakit oleh TKW itu.bTKW itu melepaskan diri dari pelukannya, tapi Hannan memeluknya erat sekali lagi, sebelum meremas payudaranya lagi. Dia kemudian menutupi dadanya dan menjerit, sebelum berjongkok untuk melepaskan diri dari genggaman Hannan.

Tindakan ini juga terekam oleh kamera CCTV di lift dimana kejadian tersebut berlangsung. Korban memberi tahu majikannya apa yang terjadi saat dia sampai di rumah. Majikannya kemudian menemani korban untuk mencari Hannan, yang mereka temukan duduk di bangku.

Majikan kemudian bertemu dengan Hannan, namun Hannan membantah telah melecehkan korban dan mencoba untuk pergi. Seorang pria yang lewat dibantu untuk menahan Hannan, sebelum majikan korban menelpon polisi.


Sumber : SaveBMI

No comments

Powered by Blogger.