Saat Harus Memilih Ayah atau Pasien, Kisah Dokter Ini Bikin Terenyuh

sumber photo:vemale

Salah satu pekerjaan mulia adalah menjadi seorang dokter. Menjadi dokter merupakan perantara Tuhan untuk menyembuhkan banyak orang dari penyakitnya. Ini juga merupakan pekerjaan yang berat dengan risiko yang tak main-main. Pekerjaan ini juga mengharuskan dokter lebih mementingkan pasiennya daripada keluarganya bahkan dirinya sendiri.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kisah menyentuh hati dan bikin terenyuh sekaligus membanggakan kali ini datang dari seorang dokter di Anhui, Tiongkok. Seperti dilansir dari laman viral4real.com, Zhang Xinzhi merupakan seorang dokter berusia 55 tahun yang beberapa waktu lalu berada di pilihan berat di mana di waktu yang bersamaan, satu sisi pasiennya sangat membutuhkan pertolongannya, sedangkan di sisi lain ayahnya sedang berada di penghujung hidupnya.
 
Zhang harus melakukan operasi di saat ayahnya berada di penghujung hidupnya.sumber photo:vemale
Di detik-detik terakhir kepergian sang ayah, Zhang tidak bisa melihat ayahnya lantaran ia harus melakukan operasi pada pasiennya. Meski ia bisa meninggalkan sang pasien demi sang ayah, Zhang tidak melakukannya. Ini dilakukan demi tanggungjawabnya sebagai seorang dokter.

Sebelum melakukan operasi, Zhang telah mengunjungi dan menemani sang ayah di ruang inap di mana ia dirawat. Pria paruh baya ini juga memberi tahu sang ayah bahwa ia segera dibutuhkan di ruang operasi untuk membantu seorang pasien. Dengan tulus, ayahnya memberi senyum kepada Zhang dan menganggukkan kepala mengartikan ia tak apa-apa jika harus ditinggalkan.

Namun, saat operasi sedang berlangsung, Zhang diberi kabar bahwa sang ayah telah meninggal dunia. Dokter berhati mulia ini pun menguatkan hatinya dan melanjutkan operasinya. Selanjutnya ia terlihat meneteskan air matanya karena kepergiaan sang ayah. Walau begitu, ia tetap fokus operasi dan berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan nyawa pasiennya. Dua jam kemudian, operasi selesai dan kondisi pasien terus membaik.

Zhang tak kuasa menahan air matanya saat keluar dari ruang operasi.sumber photo:vemale

Zhang yang telah menyelesaikan operasi segera meninggalkan ruang operasi untuk menemui sang ayah. "Pada hari itu, saya benar-benar sedih. Saya sedih karena tak bisa berada di samping ayah di detik-detik terakhirnya. Saya merasa sangat bersalah karena saya tidak bisa berada di sampingnya untuk terakhir kali. Tapi demi menyelamatkan pasien dan tanggung jawab sebagai dokter, saya memang harus memilih mana yang terbaik," ungkap Zhang.

Kisah dokter Zhang ini sendiri berhasil membuat banyak warganet tersentuh dan terenyuh. Tidak sedikit warganet yang memberi apresiasi terhadap tanggungjawabnya sebagai dokter. Tidak sedikit pula yang merasa bangga dengannya. Ayahnya pasti bangga padanya meski ia tidak ada di sampingnya sebelum kepergiannya. 

Sumber:vemale

No comments

Powered by Blogger.