Saudi-Libanon memanas, Kemlu pantau kabar 155 WNI di Libanon



Pasukan garuda


      Kementerian Luar Negeri terus mengamati kabar warga negara Indonesia yang berada di Libanon, terutama keamanan di negara tersebut. Selain itu, pendataan ulang WNI yang berada di Libanon juga terus dilakukan dan selalu berkomunikasi dengan WNI yang berada di negara tersebut.



Hal itu terus dilakukan usai Menteri Urusan Teluk Arab Saudi, Thamer al Sabhan mengatakan Libanon telah menyatakan perang terhadap Arab Saudi. Bahkan Saudi juga memerintahkan agar warganya yang berkunjung atau tinggal di Libanon untuk pergi secepatnya. 

Seperti data yang diterima dari Kemlu, saat ini ada 155 WNI yang berada di Libanon, termasuk pelajar dan mahasiswa dan keluarga staf KBRI. Di luar itu, juga ada 1.296 pasukan perdamaian PBB di bawah misi United Nations Force in Lebanon (UNIFIL).

"Malah mungkin bisa lebih banyak lagi kalau dijumlahkan," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal di Bogor, Sabtu (11/11).

Selain keamanan di Libanon, WNI di Suriah juga tak luput dari perlindungan pemerintah Indonesia. Saat ini ada sekitar 1.000 WNI yang ada di Suriah. 

Suriah memang menjadi pintu keluar yang aman bagi Libanon. Saat terjadi konflik Suriah tahun 2012-2014, setidaknya ada 7.000 TKW yang bekerja di Suriah yang dievakuasi ke Libanon. Dan ditampung di KBRI Beirut sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia. 


Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.