Semangat Cari Nafkah Untuk Ibu dan 7 Adiknya, Kisah Anak Ini Bikin Terenyuh

sumber photo:vemale
Derita yang seolah tiada akhirnya. Mungkin inilah yang tengah dirasakan para pengungsi muslim Rohingnya sejak beberapa waktu terakhir. Meski begitu, para muslim Rohingnya begitu sabar dan tabah dalam menerima kenyataan hidup yang harus mereka hadapi. Tinggal di pengungsian dengan segala keterbatasan, tak lantas membuat para muslim Rohingya mengeluh apalagi putus asa.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Banyak kisah menyentuh hati dan menginspirasi yang justru datang dari perjalanan hidup mereka selama ini. Seperti halnya kisah seorang anak bernama Nur Hafes berikut ini. Dilansir dari laman reuters.com, Hafes yang kini berusia 12 tahun itu kisahnya telah menyentuh hati jutaan orang di dunia.

Hafes dan ibu serta ketujuh adiknya.sumber photo:vemale

Di usianya yang masih sangat belia, ia berbesar hati membantu ibu dan 7 adiknya mencari nafkah selama di pengungsian di kamp Palong Khali, Bangladesh. Berbekal sebuah payung, Hafes akan bekerja dan mencari nafkah buat keluarganya. Setiap hari sejak pagi hingga sore hari, Hafes akan menawarkan jasa ojek payung untuk orang-orang yang berkunjung ke kamp pengungsian di mana ia tinggal.

Hafes membeli ikan untuk keluarganya.sumber photo:vemale

Dari pekerjaannya inilah, setiap harinya Hafes bisa membawa uang buat ibu dan 7 adiknya sebanyak 50 sampai 100 Taka atau setara dengan 0,6 dollar sampai 1,1 dollar (Rp8 sampai Rp15 ribu). Tak jarang, Hafes juga akan pulang dengan tangan hampa tanpa sepeser uang untuknya dan keluarganya. Uang yang diperolehnya inilah nantinya dibuat membeli makanan atau minuman sehari-hari.
Hafes adalah anak yang rajin serta bertanggungjawab membantu orang-orang di sekitarnya.sumber photo:vemale

Hafes sendiri telah menjadi tukang ojek payung di pengungsian sejak dua bulan lalu. Tak hanya menjadi tukang ojek payung, anak yang mengaku sangat suka sekolah dan bermain sepak bola ini juga rajin membantu orang-orang di sekitarnya. Ia menjadi salah satu anak dengan usia masih sangat belia namun memiliki pemikiran yang cukup dewasa.

"Saya tahu dia masih sangat belia, tapi dia telah mengerti apa itu tanggung jawab. Dia bertingkah tidak lagi seperti anak kecil. Dia telah tumbuh menjadi anak yang dewasa,' ungkap Ibu Hafes, Rabia Khatun.

Selain mencari nafkah untuk keluarganya, beberapa kabar yang ada menyebutkan bahwa Hafes juga melindungi keluarganya dengan baik. Anak ini bahkan sering mengajak ke tujuh adiknya bermain dan belajar bersama di kamp pengungsian. Kisah yang begitu menyentuh hati ya ladies. Semoga, Hafes juga pengungsi Rohingya lainnya bisa mendapatkan kehidupan lebih baik, nyaman serta aman ke depannya.

Sumber:vemale

No comments

Powered by Blogger.