Sofyan, Bocah 14 Tahun Ini Idap Gagal Ginjal dan Hipertensi

sumber photo:detikcom

Sofyan Yusthiva Alfinda (14) putra pasangan Haryoso dan Sumiyati, warga Desa Puri RT 2/RW 4, Kecamatan Kota Pati, Jawa Tengah mengidap gagal ginjal dan hipertensi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dia pun terpaksa tidak bisa meneruskan pendidikannya. Meski dihatinya dia sangat rindu untuk kembali bersekolah dan bertemu dengan teman-temannya.

Ia divonis mengidap gagal ginjal stadium 4, dan harus rutin cuci darah di RS Kariadi Semarang minimal setiap seminggu dua kali. Selain itu dia juga mengalami hipertensi atau darah tinggi yang membuatnya harus menghindari makanan tertentu.

"Sebenarnya sudah sejak umur 1 tahun dia sakit-sakitan. Baru di usia 7 tahun divonis sama dokter kena gagal ginjal, satu tahun kemudian kena hipertensi, dan saat ini gagal ginjal sudah stadium 4," ujar Sumiyati, orangtua Sofyan kepada detikcom di rumahnya.

Karena penyakit tersebut, dia kesulitan buang air kecil Sofyan. Hal itu menyebabkan lambungnya kian membesar hingga memenuhi ruang paru-parunya.

"Dia gak bisa pipis, tapi masih bisa berak. Karena air kencingnya gak bisa keluar itu membuat lambung membesar, dadanya sampai sesak. Setiap cuci darah, juga harus mengeluarkan cairan kencing itu," katanya.

Untuk bernafas, Sofyan harus menggunakan alat bantu pernafasan menggunakan tabung gas O2. Sehari, ia bisa menghabiskan satu tabung bervolume 2 meter kubik seharga Rp 60 ribu.

"Alhamdulillah ini dapat pinjaman tabung gas, jadi tinggal isi ulang saja Rp 60 ribu per tabung. Sehari bisa habis satu tabung, itu paling irit. Bisa malah sampai 2 tabung sehari," imbuhnya.

Akibat kondisi tersebut, Sofyan yang merupakan anak terakhir dari lima bersaudara itu harus putus sekolah sejak dua tahun terakhir. Sofyan mengaku sudah rindu belajar di sekolah, bermain bersama teman-temannya.

"Dada rasanya sesak, gak bisa pipis meskipun rasanya kebelet. Ya pengen segera balik sekolah, sudah kangen," tutur Sofyan denga masih mengenakan alat bantu pernafasan.

Menurut Sumiyati berdasarkan penjelasan dokter, penyakit Sofyan akibat dari konsumsi mi instan berlebihan waktu kecil.

"Sejak umur satu tahun lebih, dia gak mau makan nasi. Justru makannya mi instan. Sehari tiga kali mie instan semua, baru mau makan nasi saat usia 5 tahun," terang Sumiyati.

Selain akibat konsumsi mie instan yang berlebih, sakit yang diidap Sofyna juga akibat benturan yang terjadi pada tubuhnya, sehingga menyebabkan ginjalnya terkena tekanan dan tidak berfungsi normal.

"Dulu memang Sofyan pernah jatuh dari kecelakaan. Saat itu dia sempat mengeluh bagian perut atas sakit, dan mungkin itu yang dimaksud dokter," katanya.

Sofyan sempat disarankan dokter yang menanganiuntuk menjalani pencangkokan ginjal, namun pihak keluarga khawatir biaya pengobatan yang mahal. Ayah Sofyan hanya bekerja sebagai petugas pasar. Sedangkan ibunya pun saat ini juga mengidap penyakit gula yang menyebabkan penglihatan dan pendengarannya berkurang.

"Alhamdulillah selama ini masih ditanggung BPJS. Tapi bukan soal pengobatannya, biaya transport dan hidup di Semarang saat Sofyan dioperasi kan juga butuh banyak. Kami bingung mau bagaimana lagi," pungkasnya. 

Sumber:detikcom

No comments

Powered by Blogger.