Tembus Rp5 Miliar, TKI Turut Urunan untuk Pesawat R80

sumber photo:viva
Patungan untuk pengembangan pesawat R80 digagas PT Regio Aviasi Industri atau RAI, terus mengalir. Jumlah dana patungan dari masyarakat per Jumat pagi 10 November 2017, telah menembus Rp5,36 miliar dari 13.856 donatur. Angka patungan itu naik dari Rp2,647 miliar pada Selasa 17 Oktober 2017, yang berasal dari 7068 donatur.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Antusiasme masyarakat mendanai pesawat R80 itu dinilai menunjukkan keinginan publik tanah air untuk memiliki pesawat buatan dalam negeri.

Para donatur selain menyumbangkan donasinya juga memberikan doa dan harapan dari pesawat yang dibuat oleh perusahaan BJ Habibie dan putra sulungnya, Ilham Akbar Habibie.

Dana yang disumbangkan donatur bermacam-macam mulai dari Rp20 ribu hingga Rp500 juta. Berbagai komentar semangat dan harapan dari para donatur terpampang di laman Kitabisa.com/pesawatr80. 

"Sukses terus R80 sebagai jagoan barunya industri dirgantara RI. Menuju Indonesia maju!" tulis donatur bernama Inggrid Christine Wennysia.

Doa penyemangat lain disampaikan donatur Abdullah Basyah yang menyumbangkan dana lebih dari Rp5 juta.

“Semoga Allah mudahkan misi dari Bangsa Indonesia untuk mewujudkan Pembangunan pesawat R80,” tulisnya.

Tidak ingin ketinggalan, bahkan ada TKI di Azerbaijan yang turut menyumbangkan sedikit uangnya untuk pesawat R80. TKI yang menuliskan identitasnya di medium donasi Kitabisa.com dengan 'Kuli di Azerbaijan' itu menyumbangkan Rp2,21 juta untuk pengembangan R80.

"Semoga Allah memudahkan niat pak Habibie untuk memajukan dirgantara Indonesia. Amin YRA," tulis TKI tersebut.

Pesawat R80 juga diharapkan menjadi jembatan udara bagi masyarakat di Papua.
Donatur Agus Irawan mengimpikan R80 bisa terbang melayani rakyat Papua.

"Semoga R80 bisa segera mengudara, kami di pedalaman papua sangat butuh transportasi udara," tulis donatur Agus Irawan.

Donatur Purnama Hadisumarya, menyambut pengembangan R80 yang menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia bisa melakukan apa yang dilakukan bangsa lain.

"Kita harus buktikan bahwa bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang sudah lebih dulu maju, bersama kita bisa,” tulisnya.

Total biaya

Total biaya pembuatan purwarupa Pesawat R80 mencapai lebih dari Rp200 miliar. Sedangkan untuk keseluruhan biaya pengembangan usaha mencapai sekitar Rp20 triliun.

Berdasarkan baseline master plan R80, purwarupa R80 akan diujiterbangkan pada 2022. Setelah melewati proses sertifikasi, R80 akan diproduksi secara massal pada 2025.

Pesawat R80 murni buatan Indonesia. Arsiteknya adalah BJ Habibie, disponsori oleh PT RAI, dan dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

RAI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang, didirikan oleh Presiden RI ke 3 BJ Habibie bersama putra sulungnya Ilham Akbar Habibie.

RAI khusus mengembangkan pesawat udara R80, untuk menjawab kebutuhan angkutan udara regional di Indonesia dan pasar internasional.

Sumber:viva

No comments

Powered by Blogger.