Temukan Tanah Kosong, Pria Ini Bakal Dirikan Negara Sendiri


Suyash Dixit 


      Masih hangat di pemberitaan Catalunya bersikeras ingin memisahkan diri dari Spanyol?  Sejak bertahun-tahun lalu, warga Catalunya merasa bukan bagian dari Spanyol. Ditilik dari berbagai sisi, seperti budaya, sejarah, dan ekonomi yang dirasa berbeda dengan Spanyol.


Tetapi hal itu tampaknya sulit untuk terealisasi. Dikarenakan terbentur penjegalan keras dari pemerintah Spanyol dan beberapa negara lain di dunia.

Yup.. Memerdekakan atau mendirikan suatu negara memang tidaklah mudah.

Seperti dalam pelajaran dulu, suatu tempat atau daerah bisa disebut negara jika punya sedikitnya tiga syarat: memiliki batas wilayah, penduduk, dan pemerintahan.

Syarat keempat bisa ditambahkan yaitu pengakuan dari negara lain.

Sejarah pun mengajarkan para pendiri negara biasanya harus melewati masa perang dan pergulatan penuh pengorbanan. Baik harta, tenaga, bahkan nyawa.

Namun berbeda dengan pria satu ini. Ia mengklaim akan mendirikan negara sendirian.

Hal itu Ia ungkap saat melihat tanah kosong tanpa kewarganegaraan di antara Mesir dan Sudan.

Dilansir dari businessinsider.sg, lewat postingan facebook, pria asal India bernama Suyash Dixit mengklaim tanah yang ia temukan itu sebagai miliknya sendiri.

" Saya, Suyash Dixit, menyatakan diri saya sebagai raja ‘Kerajaan Dixit’ dan menyebut diri saya sendiri sebagai Raja Suyash (yang) pertama mulai hari ini.”

“ Saya menyatakan tanah Bir Tawil yang tidak diklaim ini sebagai negara saya dari sekarang sampai waktu yang kekal.”

“ Saya berjanji untuk terus bekerja untuk kemakmuran umat saya di negara ini dan tanah air ini.”

“ Saya menempuh perjalanan 319 km (bolak-balik) di padang pasir yang jauh untuk mengklaim tanah Bir Tawil yang tidak diklaim ini. Luasnya sekitar 800 mil persegi.”

“ Mengikuti etika dan peraturan peradaban awal, jika Anda ingin mengklaim tanah maka Anda perlu menanam tanaman di atasnya. Saya telah menanam benih dan menyiram air di atasnya hari ini.”

“ Jadi, ini adalah milik saya.”

“ Ini bukan lelucon. Saya memiliki sebuah negara sekarang.”

Dixit juga mengundang orang-orang agar mau bergabung dengan pemerintahannya dan mengajukan kewarganegaraan di tanah itu.

Menurut The Guardian, status Bir Tawil yang kosong berasal dari serangkaian sengketa di perbatasan antara Mesir dan Sudan yang dimulai pada abad ke-20.

Kedua negara telah menolak untuk menguasai Bir Tawil dan lebih memilih Segitiga Hala’ib yang lebih besar dan menguntungkan.

Namun ternyata Dixit bukanlah orang pertama lho yang mengklaim tanah itu.

Kejadian serupa juga sempat terjadi pada 2014, Saat seorang ayah bernama Jeremiah Heaton memproklamasikan tanah itu sebagai “ Kerajaan Sudan Utara” dan menjadikan putrinya sebagai seorang putri.

Namun sayang Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak pernah mengkonfirmasi atau mengenal Heaton sebagai penguasa sah Bir Tawil. Dan mungkin akan melakukan hal yang sama kepada Dixit.



Sumber : Detik

No comments

Powered by Blogger.