TKI Cirebon Meninggal di Perairan Afrika, Rencana Menikah Gagal

sumber photo:radarcirebon
Suasana haru masih menyelimuti kediaman Bahrudin (50) di Blok Tangsi, Desa Playangan, Kecamatan Gebang. Sudah hampir dua bulan keluarga besar Bahrudin menunggu kedatangan anak keduanya yang sebelumnya bekerja di luar negeri.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kesedihan keluarga bukan tanpa alasan. Anak Bahrudin, yakni Ahmad Jamaluddin (23), yang sudah bekerja di perusahaan pelayaran asal Korea Selatan bakal pulang tak bernyawa.

Ahmad meninggal pada 28 September 2017 lalu. Saat itu pihak keluarga menerima informasi dari perusahaan yang memberangkatkan, bahwa Ahmad meninggal dunia karena sakit sesak napas.

“Saya juga kaget. Kita dikasih informasi malam hari. Katanya Ahmad meninggal karena sesak napas. Meninggalnya siang kita, tapi kita dapat informasi malam hari dari perwakilan perusahaan yang langsung datang ke rumah,” ujar Bahrudin , kemarin (21/11).

Saat meninggal, korban yang bekerja di kapal penangkap ikan tersebut bertuags di mesin pendingin atau freezer. Sebelum berangkat, kondisi Ahmad normal, tidak punya riwayat penyakit.

“Saat meninggal, kapalnya sedang berada di wilayah Afrika. Karena sedang berada di tengah laut, tidak bisa langsung pulang. Jenazah sempat disimpan dalam freezer dan kapal baru merapat sekitar tanggal 17 November kemarin di Korea Selatan,” imbuhnya.

Total, sudah 54 hari jenazah Ahmad berada di kapal. Pihak keluarga mengaku sudah ikhlas dengan peristiwa yang terjadi. Bahkan, tahlilan untuk korban sudah digelar setelah keluarga menerima informasi tersebut.

“Sekarang menunggu jenazah tiba di rumah. Setiap hari ada yang mengaji di rumah. Ahmad adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sebelum berlayar ke Korea, korban pernah berlayar ke Papua,” paparnya.

Adik kandung Ahmad, Yulia Rizkiani (20) mengatakan, yang paling membuat keluarga sedih adalah, rencana pernikahan yang sudah disiapkan terpaksa batal. Rencananya, Ahmad akan menikahi wanita asal Indramayu selepas pulang berlayar. “Setelah Kak Ahmad berangkat, hanya sekali komunikasi. Yaitu saat baru sampai pertama kali di Korea,” katanya.

Bahurdin berterima kasih kepada pihak perusahaan yang sudah membantu pihak keluarga sehingga hak-hak Ahmad dipenuhi. Termasuk asuransi, sudah diterima keluarga Ahmad. Rencananya, jika tidak ada halangan, jenazah Ahmad tiba hari ini (22/11) atau besok (23/11).

Sumber:radarcirebon

No comments

Powered by Blogger.