TKI Sukabumi Idap Leukemia, Suami Berharap Istrinya Bisa Pulang

sumber photo:detik

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sukabumi bernama Azzahra, dikabarkan mengidap leukemia dan berharap bisa dipulangkan oleh pemerintah. Informasi itu diperoleh dari akun Media Sosial (Medsos) Facebook bernama Kabar Garda BMI.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Detikcom kemudian menelusuri alamat yang ada dalam status yang diunggah di medsos tersebut. Di sana tertulis alamat berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, namun setelah ditelusuri alamat yang di maksud berada di wilayah administratif Kota Sukabumi.

Kediaman Azzahra berada di Jalan Genteng RT01 RW 01 Kelurahan/Kecamatan Baros Kota Sukabumi Kamis (9/11/2017). Heri Subekti (46) suami Azahra membenarkan jika foto yang diunggah dalam akun Kabar Garda BMI itu adalah istrinya.

"Betul, istri saya memang dalam keadaan sakit di Arab Saudi. Saya berharap pemerintah mau memulangkannya ke tanah air, saya bingung bagaimana caranya. Selama di sana dia mendapat perawatan dari BMI," tutur Heri.

Heri menuturkan jika istrinya itu sudah bekerja dari tahun 2015 lalu, Azzahra nekat untuk berangkat kerja karena berharap mendapat gaji yang besar dan membiayai keluarganya di kampung halaman. Heri mengaku sudah melarang istrinya itu bekerja karena sering mengeluhkan nyeri di perut.

"Sebelum berangkat dia juga sering sakit dan mengeluarkan darah berlebih saat haid, namun dia tetap keukeuh mau berangkat kerja. Saya sendiri tidak tau penyakit apa yang dia idap," kata Heri.

Azzahra sendiri disebut Heri berangkat secara resmi dan legal, dan keberadaaanya di Arab Saudi sudah ketiga kalinya. "Dia di sana keberangkatan ketiganya, pernah di Oman lalu sekarang di Arab Saudi. Kalau dulu tidak pernah mengeluhkan sakit, saya hanya ingin dibantu bagaimana agar istri saya ini bisa dipulangkan," sambungnya.

Heri sempat mendapat kabar jika istrinya itu sempat mendapat perawatan di rumah sakit di Arab Saudi, namun karena ketiadaan biaya akhirnya lebih banyak di rumah majikannya.

"Disana dia tidak mendapat pengobatan yang serius padahal dia sudah merasakan sakit selama dua bulan terkahir sejak dari bulan September lalu. Paling parah sekitar seminggu lalu, kalau mau mendapat perawatan harus bayar sendiri dan hanya kuat bayar satu kali masuk rumah sakit, selebihnya hanya mengandalkan perawatan dari BMI," tutupnya.

Sumber:detikcom

No comments

Powered by Blogger.