Ahok bergelar Global Thinker


 Ahok named Global Thinker

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama masuk dalam daftar 2017 dari Global Thinker yang disusun oleh Foreign Policy (FP) majalah AS.

Dia diakui sebagai salah satu dari 100 Pemikir Global karena membela fundamentalisme Indonesia yang merayap dan dianggap sebagai salah satu simbol paling menonjol dari pluralisme etnis dan agama yang terkepung di negara ini.


"Tajam, keturunan Tionghoa, dan seorang Protestan yang berpraktik di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, Ahok tidak sesuai dengan profil seorang politikus khas Indonesia," catatan FP tersebut.

Ahok, yang memimpin Jakarta dari tahun 2014 sampai 2017, menjabat sebagai wakil gubernur di bawah mantan gubernur Jakarta Joko "Jokowi" Widodo, yang memutuskan mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2014 dan menang, menyebabkan Ahok mengambil alih tempatnya.

Namun, menyusul sebuah ungkapan pada sebuah ayat Quran yang dia buat dalam sebuah pidato di Kabupaten Kepulauan Seribu pada bulan September tahun lalu, dia telah berada di balik jeruji besi sejak Mei.

Kelompok Islam garis keras telah mendesak persidangan melawan Ahok dan menginginkan dia dijatuhi hukuman penjara paling lama lima tahun. Majelis hakim memutuskan pada bulan Mei bahwa Ahok bersalah karena menghujat dan menghukumnya dua tahun penjara.

Meski melakukan proses hukum terhadapnya, Ahok masih mencalonkan gubernur di samping wakilnya Djarot Saiful Hidayat. Namun pasangan tersebut kalah dari Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang didukung oleh banyak kelompok Islam.


Sumber :Jawa Post

No comments

Powered by Blogger.