<-->

Dituduh Selingkuh, Kedua Tangan Wanita Rusia Dipotong Suaminya

Dmitry dan Margarita sudah lima tahun menikah dan memiliki dua orang putra.sumber photo:kompas
Sungguh kejam perbuatan seorang pria asal kota Serpukhov, Rusia, ini. Dia tega memotong kedua tangan istrinya karena menduganya telah berselingkuh.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dmitry Grachyov (26) melakukan perbuatan sadis itu terhadap sang istri, Margarita, yang dituduhnya sudah tak setia lagi.

Sejumlah laporan media setempat menyebut, Dmitry kemudian menyeret istrinya ke hutan lalu menggunakan kapak memotong jari tangan istrinya.

Berdasarkan keterangan polisi, Margarita tetap tak mengakui tuduhan sang suami.

Seusai memotong kedua tangan istrinya, Dmitry kemudian dilaporkan melarikan istrinya ke rumah sakit lalu menyerahkan diri ke polisi.

Polisi menjelaskan, sebelumnya Dmitry menuntut agar istrinya menjalani tes dengan menggunakan alat penguji kebohongan.

Meski Margarita setuju dengan permintaan itu, polisi melanjutkan, Dmitry tetap memotong kedua tangan istrinya itu.

Di rumah sakit, para dokter membutuhkan waktu hingga sembilan jam untuk melakukan pembedahan rumit untuk menyambung kembali kedua tangan Margarita.

Sayangnya, dokter hanya mampu menyelamatkan tangan kiri perempuan itu. Sementara tangan dan lengan kanan Margarita terlalu rusak akibat perbuatan sang suami.

Sementara itu, Dmitry kini berada di dalam tahanan menunggu hasil investigasi polisi sebelum diajukan ke persidangan.

Dmitry dan Margarita sudah menikah selama lima tahun. Mereka dikaruinai dua putra yang berusia empat dan tiga tahun.

Teman-teman pasangan ini menggambarkan keduanya sebagai suami istri yang amat rukun dan saling mencintai satu sama lain.

"Dia (Margarita) adalah orang yang amat terbuka. Namun, dia tak menceritakan masalah yang dihadapinya di rumah," ujar seorang teman dekat Margarita.

Sementara beberapa teman lainnya mengatakan beberapa kali mendengar rencana Margarita berpisah dari sang suami.

Sebuah laporan menyebut, Margarita sudah pernah memanggil polisi terkait perilaku suaminya. Namun, polisi yang datang hanya "berbicara" kepada Dmitry.

Seorang teman keluarga Margarita mengatakan, Dmitry pernah mengancam akan membunuh istrinya dan tak takut dipenjara.

Insiden ini terjadi di Desa Panikovo, Serpukhov, tak jauh dari Moskwa pada Senin (11/12/2017).

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.