<-->

Enigami Papers Gulung Cuan Kreasi Limbah Kertas

sumber photo:kontan
Limbah kertas sering menjadi masalah tersendiri, khususnya bagi para mahasiswa. Kertas-kertas tak terpakai dari berbagai tugas dan revisi skripsi yang menumpuk di sudut kamar membuat pemandangan jadi tak nyaman, sehingga sering berakhir di tong sampah atau dijual ke pengepul kertas bekas dengan harga murah.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pengalaman semasa kuliah itulah yang mendorong Muhammad Sarudi Putra Siregar asal Tangerang Selatan membuat Enigami Papers. Enigami Papers adalah kreasi mengolah limbah kertas asli Indonesia. Ide membuat kreasi limbah kertas muncul di tahun 2010 saat Sarudi atau yang akrab disebut Ucok bergabung dengan sebuah komunitas dan program sosial enterprise di kampusnya.

"Awalnya dari program kampus, sekitar tahun 2010, tapi waktu itu namanya belum Enigami dan masih kegiatan sosial," kata Ucok. Sampai pada tahun 2012, Ucok memutuskan untuk serius menggarap kreasi limbah kertas tersebut dan diberi nama Enigami Papers. Nama tersebut terinspirasi dari origami, seni melipat kertas asal Jepang.

Limbah kertas yang digunakan Enigami adalah limbah kertas apapun, mulai dari kertas koran, HVS sampai kardus. Produk kreasi limbah Enigami Papers kebanyakan berupa boneka miniatur. Boneka miniatur tersebut dijadikan souvenir untuk wisuda, pernikahan maupun acara lainnya.

"Kami biasa menerima pesanan untuk dekorasi juga, tapi semua bahannya dari limbah kertas," jelas Ucok. Harga yang dibanderol untuk miniatur boneka reguler mulai Rp 60.000 per buah, sedangkan untuk miniatur boneka dengan permintaan beragam (custom) dibanderol mulai Rp 150.000 per buah.

Dan biaya untuk paket dekorasi dari limbah kertas yakni sekitar Rp 4 juta per paket. Ucok tidak mematok kaku untuk biaya paket dekorasi, biaya tersebut bisa disesuaikan dengan budget/ anggaran klien. "Budget klien berapa, kami bisa sesuaikan bahan dan modelnya," ujarnya. Dalam sebulan, Enigami Papers bisa mengantongi lebih dari Rp 10 juta dari pernjualan miniatur boneka.

Tak hanya menjual miniatur boneka hasil kreasi limbah kertas, Ucok juga gencar melakukan pelatihan ke kalangan anak sekolah, mahasiswa dan masyarakat umum. Bahkan, November 2017 lalu, Enigami Papers membuka kelas pelatihan online gratis tentang pengolahan limbah kertas.

"Akhir Desember ini atau Januari 2018 kami ingin membuka kelas pelatihan offline. Jadi peserta pelatihan bisa langsung bertatap muka. Dari hasil pelatihan tersebut, ke depannya Enigami Papers bisa memiliki mentor atau perwakilan di tiap kota. Mereka nanti bisa mendapat lisensi gratis dari Enigami," pungkas Ucok.

Sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.