Hongkong Jamin Perlakuan dan Perlindungan pada TKI

sumber photo:kicknews
Konjen RI untuk Hongkong Tri Thariyat bertemu dengan Pemerintah Provinsi NTB, membahas jaminan dan perlakuan serta perlindungan TKI yang bekerja di sana. Dimana sebanyak 4800 TKI asal NTB pun siap dijamin.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Jaminan akan adanya perlindungan dan perlakuan yang baik kepada para TKI dari masyarakat Hongkong tempat dimana warga Indonesia bekerja, menjadi fokus utama yang dibicarakan Wakil  Gubernur NTB, H. Muh. Amin bersama Konjen RI Tri Thariyat dan rombongan Asosiasi PPTKI Hongkong Mr. Cheung Kit Man.

Pada kesempatan itu, Moh. Amin meminta jaminan bahwa seluruh tenaga kerja Indonesia khususnya dari NTB  benar-benar  mendapatkan perlakuan yang baik dan profesional sesuai dengan kemampuannya. Karena menurutnya, setinggi-tingginya pendapatan yang mereka dapat, bila perlakuan yang diterima tidak manusiawi maka gaji yang tinggi itu tidak akan ada artinya.

“Bila perlu lakukan pendampingan terhadap tenaga kerja Indonesia khususnya dari NTB,” ungkapnya.

Dia sangat mengapresiasi perlakuan baik dari masyarakat Hongkong di tempat kerja warga  atau TKI NTB di Hongkong selama ini. Wagub berharap, kunjungan rombongan asosiasi PPTKI ini akan meningkatkan kerjasama antara Hongkong dengan Pemerintah RI khususnya Pemerintah Daerah NTB. Tentunya peningkatan hubungan diplomatik tersebut akan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Khusus untuk TKI asal NTB, sekali lagi saya berterimakasih atas perlakuan baik dan perlindungan Pemerintah Hongkong pada warga kami,” kata Amin.

Sementara Konjen RI untuk Hongkong Tri Tharyat memastikan bahwa TKI yang bekerja di Hongkong akan mendapat perlindungan hukum apabila dikemudian hari saat bekerja di sana tersangkut kasus hukum.

“Dalam catatan KJRI Hongkong, sebanyak 157 ribu TKI Indonesia yang bekerja di Hongkong. Dimana sebanyak 4800 saja tenaga kerja yang berasal dari NTB,” paparnya.

Dia mengaku, Hongkong merupakan satu destinasi kerja yang telah  memberikan perlindungan yang sangat baik kepada TKI kita dan tenaga asing lainnya dengan serangkaian aturan-aturan yang sangat positif ditambah kerjasama yang sangat baik antara KJRI dengan otoritas di Hongkong.

Lain halnya dengan Perwakilan Asosiasi PPTKI Hongkong, Mr. Cheung Kit Man mengungkapkan bahwa saat ini Hongkong membutuhkan tambahan pengiriman tenaga kerja baik dari Indonesia maupun negara lainnya. Sebanyak 320 ribu tenaga kerja asing untuk bekerja di Hongkong, separuhnya berasal dari Indonesia.

Sangat diharapkan ada penambahan tenaga kerja sebesar 75 persen baik dari Indonesia maupun negara lainnya. Karena populasi lansia di hongkong meningkat, sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk merawat mereka.

Mr. Cheung juga mengatakan, dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja diharapkan gaji pembantu rumah tangga di Hongkong juga meningkat. Dia juga menginformasikan, pada saat sekarang ini gaji minimum untuk tenaga kerja di Hongkong paling tinggi di Asia dan Timur Tengah, diperkirakan bila dirupiahkan sebesar 7,6 juta. 

Sumber:kicknews

No comments

Powered by Blogger.