Idap Penyakit Parah dan Tak Kuat Menahan Sakit, Bocah 4 Tahun Minta Sang Ibu Menguburnya

sumber photo:okezone

Usianya baru menginjak 4 tahun, namun bocah tampan asal China bernama Du Sihan ini sudah harus merasakan cobaan besar. Ia diketahui didiagnosis sebuah penyakit parah yaitu talasemia. Penyakit ini merupakan kelainan pada hemoglobin dan menyebabkan sirkulasi darah menjadi buruk.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Berbeda dengan anak-anak lain yang selalu aktif dan punya energi ekstra, Du Sihan sangat mudah lelah dalam melakukan apa pun. Ia juga kerap merasa sakit secara tiba-tiba. Pada suatu hari, bocah itu tak tahan dengan rasa sakit yang kerap dialami dan meminta kepada orangtuanya untuk membantu menghilangkan rasa sakit tersebut.

Yang mengejutkan, Du Sihan meminta orangtuanya untuk menguburkannya. Sontak pernyataan ini langsung membuat ayah dan ibunya terkejut dan sedih. Meski begitu, sang ibu menanggapi pernyataan sang anak itu dengan tidak serius.

"Tolong kuburkan saya mama, saya tidak bisa menahan rasa sakit ini lagi," kata Sihan pada ibunya setelah seharian ia menahan sakit yang luar biasa.

"Di mana kamu ingin ibu menguburmu? Apakah kau ingin bermain petak umpet bersama saya?" balas ibu Sihan menanggapi putranya.

"Tidak, saya ingin ibu mengubur saya di tanah," jawab Sihan dengan berteriak. Sang ibu kemudian sadar jika putra balitanya ini serius dengan permintaannya.

Tak kuasa menahan kesedihan, ibu Sihan kemudian membagikan cerita ini melalui media sosial dan membuat cerita ini menjadi viral. Melansir Viral For Real, Minggu (3/12/2017), cerita ini membuat banyak orang bersimpati terhadap nasib Sihan dan menyumbangkan sejumlah uang untuk keluarga tersebut.
Du Sihan dirawat di rumah sakit.sumber photo:okezone
Keluarga Sihan sendiri juga diketahui memang tengah memiliki kesulitan biaya untuk membayar perawatan si balita malang itu. Berkat uang yang terkumpul, Sihan akhirnya bisa menjalani operasi transplantasi sumsum tulang.

Sayangnya ia menderita infeksi bakteri dan membuatnya mengalami demam tinggi selama 20 hari. Kesehatan Sihan pun terus menurun dan tanpa diberitahu oleh siapa pun, Sihan sadar jika ia tak akan lebih lama lagi bertahan di dunia.

"Jika saya pergi sekarang, ibu bisa fokus mengurus diri sendiri," ujar Sihan pada ibunya sebelum akhirnya ia menutup mata dan tidur nyenyak untuk selamanya.

Ibu Sihan yang tak diseburkan namanya, mengaku ikhlas ditinggal pergi putranya. Perempuan tegar itu mengaku, hal tersebut adalah yang terbaik karena pada akhirnya sang anak bisa terbebas dari rasa sakit.

"Ini yang terbaik, anak laki-laki saya hidup dengan dipenuhi rasa sakit. Tapi ia sekarang sudah terbebas dari semua rasa sakit itu," terang ibu Sihan sembari tak kuasa menahan tangis.

Sebelumnya, ia selalu merasa hancur setiap kali mendapati putranya merasa kesakitan nyaris setiap hari hingga sisa napas terakhirnya.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.