<-->

Investigasi di Balik Kematian Rooftopper Yong Ning




     Wu Yongning atau nama populernya di internet Yong Ning meninggal dunia setelah terjatuh dari gedung setinggi 62 lantai. Sampai kini, kematian rooftopper yang tenar di media sosial itu masih jadi pembahasan. Selain dia sendiri, siapa patut disalahkan atas kematiannya?



Investigasi terkini dari Beijing News menemukan kalau Yong Ning telah memajang lebih dari 500 video pendek di platform video dan livestream Houshan serta memiliki sejutaan fans. Dia diperkirakan mendapatkan uang sekitar USD 83 ribu atau di kisaran Rp 1,1 miliar.

Huoshan diketahui sering mempromosikan video Yong Ning dengan aksi-aksinya di ketinggian yang sangat berbahaya. Mereka pun dianggap turut andil dalam tewasnya Yong Ning. Televisi pemerintah CCTV menyatakan demi profit, layanan livestream bisa berdampak buruk secara sosial.

Huoshan pun menanggapi dengan menyatakan mereka tidak bisa disalahkan atas kematian Yong Ning. "Kami selalu respek dengan semangat atlet olahraga ekstrim. Tapi kami tidak mendorong mereka ataupun menandatangani kesepakatan tertentu dengan mereka," klaim Huoshan.

Pihak Huoshan juga menuntut media Sina News karena diberitakan mendukung aksi Yong Ning yang berujung maut tersebut dengan bayaran uang. Sedangkan platform livestream yang lain, Kuaishou, juga membantah bekerjasama dengan Yong Ning.

Beberapa pihak juga menilai pemirsa video Yong Ning turut bertanggungjawab atas kematiannya. Itu karena fans tidak hanya bisa berkomentar, mereka bisa memberikan hadiah virtual yang bisa dikonversi jadi uang oleh para seleb medsos.

"Setiap orang yang Like Yong Ning pada dasarnya turut berkontribusi atas kematiannya," sebut editorial media The Paper yang dikutip detikINET dari BBC.

"Melihat dia atau memuji dia mirip-mirip dengan membelikan pisau pada seseorang yang ingin menusuk dirinya sendiri. Jadi jangan klik, jangan follow. Ini adalah hal yang setidaknya bisa kita lakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang," tulis seorang user Weibo. 

Bagaimanapun nasi sudah menjadi bubur. Diharapkan tidak ada lagi rooftopper yang harus meninggal dunia secara tragis seperti Yong Ning.

Sumber : Detik

No comments

Powered by Blogger.