Jawa Tengah Darurat HIV/AIDS, Tercatat 20.000 Pelajar Terjangkit

ilustrasi
Perkembangan zaman dewasa ini sudah semakin maju. Masyarakat disuguhkan oleh teknologi yang kian canggih dan masif.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dampaknya, pergaulan anak muda menjadi agak kebarat-baratan. Parahnya, sampai menerobos norma budaya ketimuran yang selalu dijaga para pendahulu.

Seks bebas salah satunya. Fenomena tersebut tak lagi menjadi hal yang tabu bagi anak muda zaman now. Kebiasaan itu praktis membuat penyebaran virus HIV/AIDS semakin menjadi.

Fakta mencengangkan diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Sebanyak 20.000 pelajar SMP hingga SMA di Jawa Tengah terjangkit HIV/AIDS. Data tersebut mulai tahun 1993 sampai 2017.

"Berdasarkan data yang kami himpun dari KPA, selama ini ada 20.000 pelajar baik SMP maupun SMA yang terpapar HIV/AIDS. Maka dari itu, untuk 2018 nanti kita akan menggalakkan pemeriksaan kesehatan di semua sekolah," jelas Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo dalam lokakarya bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah di Gedung BNNP Jateng, Rabu (6/12).

Tri Agus mengatakan, penularan HIV/AIDS tertinggi pada kaum heteroseksual mencapai 85,57 persen. Kemudian disusul penularan akibat penggunaan jarum suntik 5,17 persen, perinatal 5,23 persen, homoseksual 4,69 persen, sisanya akibat transfusi darah 0,13 persen.

"Angka ini tentu cukup mengagetkan. Apalagi, penggunaan jarum suntik untuk mengonsumsi napza semakin marak digunakan di kalangan pelajar sekolah, jumlahnya meningkat setiap tahunnya," imbuhnya. Penggunaan jarum suntik untuk konsumsi narkoba cepat menularkan virus HIV/AIDS.

Sebelumnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang mengungkap dalam 14 tahun terakhir, sebanyak 1.490 orang meninggal dunia akibat HIV/AIDS.

Dari jumlah tersebut, 10.497 orang mengidap AIDS, sementara sisanya mengidap HIV. Asisten Pengelola Program KPA Jateng, Gardea Tyas Wardani, menyebutkan jumlah pengidap HIV/AIDS di Jateng itu masih jauh dari perkiraan KPA pusat.

"Kalau estimasi dari KPA pusat pada 2012 lalu ada sekitar 47.514 pengidap HIV/AIDS di Jateng. Sekarang baru 18.913 orang yang ditemukan, berarti baru sekitar 37,1 persen," kata Gardea, Selasa (5/12).

Di Jawa Tengah, penyebaran HIV paling banyak di wilayah Brebes, kemudian Kota Semarang. Sedangkan, AIDS paling banyak ditemukan di wilayah Kebumen dan Sragen.

Ironinya, tak sedikit pengidap HIV/AIDS tidak sadar jika mereka sudah tertular.

"Saat ini banyak para pengidap HIV/AIDS yang tidak tahu jika mereka terjangkit. Banyak yang masih malu untuk melakukan pemeriksaan maupun cek kesehatan. Harapan kami sih bisa menemukan lebih banyak pengidap HIV/AIDS. Kalau bisa menemukan lebih banyak, tentu lebih mudah dalam menangani," ujar Gardea.

Sumber:merdeka

No comments

Powered by Blogger.