<-->

Kenapa kita selalu jatuh cinta kepada orang yang salah? Ini kata psikolog




"Mengapa aku selalu jatuh cinta kepada lelaki/perempuan yang tidak benar-benar menghargaiku?" Tampaknya pertanyaan seperti ini kerap ditanyakan oleh orang-orang yang sering gagal dalam percintaan.



Ada banyak faktor yang menyebabkan gagalnya sebuah hubungan. Dan lebih banyak faktor lagi yang mempengaruhi preferensi kita dalam memilih pasangan. Namun ada sebuah teori menarik yang dikemukakan Sigmund Freud dan diamini oleh psikolog-psikolog modern.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa manusia normalnya tertarik terhadap sesuatu yang sudah familiar dan hal ini juga berlaku dalam urusan asmara. Paparan berulang terhadap suatu karakteristik dalam diri seseorang yang membangkitkan perasaan familiar akan membuat ketertarikan terhadap orang itu semakin besar.

Misalnya, jika kamu adalah wanita yang dibesarkan oleh seorang ayah pecandu alkohol, kamu cenderung tertarik pada pria pecandu alkohol. Bukan karena kamu menganggapnya menarik, tetapi karena alam bawah sadarmu menganggap perilaku seorang alkoholik sudah tidak asing lagi.

Bahkan ketika perilaku atau kepribadian merupakan sumber trauma dan kesedihan, sedikit banyak alam bawah sadar kita akan merasakan 'kenyamanan semu' ats perilaku tersebut. Pasalnya, lingkungan tempat kita dibesarkan adalah satu-satunya rumah yang pernah kita kenal.

Menurut Mark Banschick M.D., psikolog dan perintis The Intelligent Divorce Course, hal ini juga yang menjadi penyebab banyak orang kesulitan untuk keluar dari rumah tangga yang penuh konflik.

Freud menyebut hal ini sebagai repetition compulsion. Kebanyakan orang yang menjalani hubungan destruktif pernah memiliki hubungan yang kurang memuaskan dengan orangtua di masa kecil. Setelah dewasa, tanpa sadar mereka mencoba membangkitkan kembali situasi menyakitkan yang mereka rasakan di masa kecil. Tak hanya karena adanya unsur familiar di dalam diri pria atau wanita 'salah' yang mereka cintai. Tanpa disadari, orang-orang seperti ini juga menyimpan harapan bahwa kali ini segalanya akan berlangsung lebih baik.

Ada ketidakpuasan di masa kecil yang mereka ciptakan kembali untuk diselesaikan. Bisa jadi alasan seperti inilah yang membuat seseorang selalu jatuh cinta kepada para pria atau wanita yang hobi berselingkuh, kasar, atau bahkan sudah menjadi milik orang lain.

Kondisi seperti ini bisa semakin rumit ketika seseorang sudah memasuki hubungan yang sudah gagal bahkan sebelum dimulai. Menurut Deborah Ward, penulis buku Overcoming Low Self-Esteem with Mindfulness, di sinilah mereka mulai memasuki 'medan keintiman'. Tak peduli seberapa rasional dan hebat kamu dalam mempersiapkan diri, segalanya akan berubah drastis begitu kita berkenalan dengan keintiman. Baik itu keintiman fisik atau emosional.

Menghentikan pola berujung bencana seperti ini memang tidak mudah, tetapi bukannya tidak mungkin dilakukan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyadari adanya masalah di masa kecil yang belum dituntaskan tadi. Dengan demikian bisa dilakukan introspeksi lebih jauh, proses perbaikan rasa percaya diri, dan pada akhirnya kemampuan untuk berkata tidak saat ketertarikan kepada pria atau wanita yang salah kembali menggoda.

Karena pada dasarnya setiap orang berhak untuk mendapatkan pasangan yang mampu menghargai dan tidak menjadikan mereka sebagai prioritas kedua, ketiga, atau nomor sekian.


Sumber :Merdeka

No comments

Powered by Blogger.