Kopi Sepok Lahir dari Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Abdurrachman saat mengikuti pameran di Kuching beberapa waktu lalu.sumber photo:tribunnews

Kota Pontianak terkenal dengan budaya 'ngopi' dan memiliki warung kopi disetiap sudut kota. Sehingga tidak salah jika Kota Pontianak dikenal dengan kota seribu warung kopi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Memiliki potensi dengan berbagai cita rasa kopi yang tak kalah dari daerah lain, jelas membuat bisnis ini kian diminati. Salah satu pelaku usaha yang tertarik dengan bisnis ini adalah Abdurrachman.

Tak hanya dinikmati oleh pengunjung luar kota, kopi juga potensi menjadi oleh-oleh khas Kota Pontianak.

Maman sapaan akrabnya mengaku bisnis kopi kian menjanjikan melihat kunjungan wisatawan ke Kota Pontianak.

Apalagi ditengah kultur masyarakat yang hobi menyeruput kopi. April 2016 lalu ia pun mantab memperkenalkan brand kopi 'Sepok'.

"Peluang bisnis kopi masih menjanjikan di Pontianak, disamping itu kultur masyarakat yang menjadikan warung kopi sebagai salah satu tempat yang paling digemari untuk dikunjungi. Kopi Sepok juga lahir karena melihat peluang segmen oleh-oleh kopi. Dimana banyak wisatawan yang berkunjung ke Pontianak tertarik dengan kopi dan mencari kopi Pontianak sebagai oleh-oleh buat teman dan kerabat," ujar Warga Jalan H Rais A Rachman Gg Muria/Sukamaju Dalam I Nomor 24 Pontianak ini.

Tidak sulit bagi Maman untuk memulai dengan modal awal hanya Rp200 ribu ia pun mempercayakan kopi dari daerah punggur. Modal tersebut diakui Maman untuk pembelian kopi dari petani dan pembuatan kemasan. Untuk proses pemilihannya ia mengaku tidak sulit. Ia hanya menampung kopi dari petani setempat dan melakukan proses pengeringannya masih menggunakan sinar matahari.

Nama Sepok sendiri ia ambil dikarenakan ingin menampilkan citra kopi dengan tradisional roasted. "Dimana proses pembuatannya masih menggunakan tungku pembakaran kayu bakar, sehingga orisinalitas khas 'kampong' masih tetap menonjol.Seperti kita ketahui Sepok berarti 'kampongan' bagi orang melayu," ujarnya.

Ia pun mempunyai alasan tersendiri memilih kopi Punggur. Selain merupakan salah satu sentra kopi lokal yang dimiliki oleh Kalbar, Punggur juga dekat dengan Pontianak sehingga mudah dalam memperoleh bahan baku. Meski diakuinya mengenai cita rasa, masing-masing daerah punya keunggulan dan kekhasannya tersendiri, sehingga tidak bisa dijadikan acuan kopi terbaik.

"Aemua tergantung komposisi racikan dari masing-masing peracik kopi. Kebanyakan kopi saat ini di roasted dengan mesin dan cara modern, tapi kopi Sepok tetap mempertahankan cara pengolahan tradisional. Kelebihan kopi Sepok dikarenakan kopi ini di masak dengan tungku kayu bakar sehingga aroma kopi berpadu dengan aroma kayu bakar akan menampilkan aroma kopi yang kuat dan cita rasa yang enak dan pas dilidah pengemar kopi tubruk," ujarnya.


Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.