<-->

Menyesal, Kholili mengaku siap dihukum mati!





    Pembunuh yang juga memutilasi dan membakar jenazah istrinya sendiri, Muhamad Kholili, mengaku menyesali perbuatannya. Siti Saadah alias Nindy telah hilang nyawanya ditangan orang yang ia cintai.



Alasan Kholili membunuh Nindy sebelumnya ialah karena ia lelah dan kesal Nindy terus menerus merengek untuk dibelikan mobil. Kholili juga mengaku kesal karena harga dirinya diinjak-injak oleh Nindy yang notabene memiliki gaji lebih banyak daripada dirinya. 

Nindy juga, menurut Kholili, tak pernah melakukan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci baju, menyapu. Bahkan memasak pun ia tak mau. Mereka selalu beli untuk memenuhi rasa lapar perutnya. Itulah yang membuat Nindy dan Kholili tak mampu memenuhi kebutuhan anak semata wayang mereka, AAL, yang baru berusia 13 bulan.

AAL sendiri selama ini dititipkan pada orangtua Kholili di Bogor karena Nindy merasa tidak bisa merawat AAL saat dirinya harus bekerja. Selama dititipkan pada orang Kholili, mereka berdua tak pernah mengirimi dana untuk kebutuhan hidup AAL bahkan susunya. Semuanya dipenuhi oleh orangtua Kholili. 

Hal tersebut dikarenakan gaji Kholili yang merupakan seorang Office Boy habis ia gunakan untuk menyicil motor dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara gaji Nindy yang merupakan SPG] ia gunakan sendiri untuk ke salon. 

Menurut Kholili, Nindy memang selalu hidup glamor. Padahal sejak awal berkenalan hingga melamar Nindy, Kholili telah menjelaskan bahwa dirinya hanyalah seorang OB dan Nindy pun mau diajak berjuang bersama untuk hidup.

Namun kenyataannya Nindy hidup dengan glamor dan Kholili tak mampu memenuhi keinginan Nindy.

Pertengkaran hebat terakhir mereka berakhir dengan kematian Nindy. Kholili yang awalnya ingin meninggalkan jejak kematian Nindy dengan cara memutilasi dan membakar jenazahnya, justru ketahuan perbuatannya oleh polisi.

Kholili pun mengaku bahwa dirinya sangat menyesal dan akan menerima segala hukuman yang akan diberikan padanya. Untuk dihukum mati pun, Kholili mengaku siap. 

Sementara untuk perbuatannya itu, Kholili terancam Pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara selama 20 tahun.


Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.