Pengolahan Ceker Ayam Ini Bisa Bikin Muntah


Sebuah pabrik penyedia ceker ayam jadi sorotan karena mengupas kulit dan kuku ceker ayam dengan mulut.sumber photo:liputan6
Sebagian orang menyukai makanan yang diolah dari ceker ayam. Bagian kulit kaki hewan itu memberikan sensasi empuk, kenyal, dan gurih.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Ceker ayam pun bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan. Sebut saja soto, sop, seblak, gulai, kripik, dan lainnya.

Selain itu, harganya yang terbilang terjangkau untuk para ibu, menjadikan ceker ayam sebagai salah satu pilihan bahan masakan.

Meski demikian, kita tak pernah tahu seperti apa atau bagaimana cara para pedagang atau pemasok mengolah ceker-ceker ayam.

Padahal, sebagai seorang konsumen, kita menginginkan bahan makanan yang bersih dan sehat.

Ternyata, ada beberapa pihak yang tak bertanggung jawab dalam mengolah ceker ayam. Joroknya bukan main.

Selain itu, ada pula yang menjual kembali ceker yang sudah tak layak konsumsi. Bukan hanya tiren alias 'mati kemaren', tetapi disimpan hingga puluhan tahun.

Seperti dikutip dari sumber berbeda, berikut 3 skandal ceker ayam yang bisa bikin orang jijik dan ingin muntah:

Baru-baru ini, sebuah video menjijikkan beredar di media sosial. Enam orang pekerja tengah membersihkan ribuan ceker ayam yang berada di dalam ember besar.

Jika dilihat, lokasi pabrik diduga berada di Thailand. Hal yang membuat jijik adalah ketika para pekerja itu membersihkan ceker dengan mulut mereka. Bagian kuku dan kulit kering ceker mereka gigit lalu kemudian dibuang.

Selain merasa jijik, netizen juga merasa kasihan kepada pekerja karena mereka harus mengunyah kaki ayam tersebut. Demikian dikutip dari laman Coconuts Bangkok.

Ternyata, hal semacam ini sudah lazim dilakukan di Thailand. Banyak pihak mengatakan, membersihkan ceker ayam dengan mulut lebih cepat dibanding dengan pisau. Terlebih pisau akan merusak permukaan kulit ayam.

"Jika ini adalah negara lain, maka seseorang akan ditangkap karena hal semacam itu tak aman bagi karyawan. Ayam mentah itu rentan penyakit. Hal ini sangat menakutkan dan saya merasa kasihan pada mereka," tulis salah satu warganet.

Sumber:liputan6

No comments

Powered by Blogger.