Suami Cium Bau dari Kamar, Istri Sudah Membusuk Sebulan


Gedung apartemen Tamara Wilson di Chicago.sumber photo:viva
Seorang pria bernama Steven Seiler (60 tahun) di Chicago, Amerika Serikat, mengaku tak mengetahui bahwa istrinya sudah mati dan hingga membusuk di dalam kamarnya sekitar hampir sebulan. Seiler mengaku memang saat ke apartemennya mencium bau busuk dari kamar istrinya. Namun dia enggan mengecek hal tersebut.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pria itu mengaku baru tahu istrinya sudah menjadi mayat setelah menerima telepon dari anaknya mengatakan bahwa petugas sanitasi dan polisi mendobrak apartemen mereka dan menemukan mayat ibunya dalam kondisi telanjang dengan terbungkus selimut. Disebutkan, seluruh ruangan apartemen itu sudah sangat bau.

Dilansir dari laman Mirror, Seiler memang memiliki riwayat pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan pemabuk. Dia bahkan pernah diperintahkan menjauh dari istrinya oleh polisi atas tindakan kekerasan. Namun diketahui bahwa beberapa kali Seiler menyambangi apartemen mereka yang diakuinya untuk mengecek internet dan e-mail. Namun dia tak mengecek kamar Tamara Wilson (58) yang menjadi asal adanya bau busuk.

Polisi belum bisa memastikan Seiler sebagai pembunuh maupun pelaku pengabaian atau ketidaksengajaan membiarkan istrinya tewas. Namun dia saat ini dalam pengawasan polisi dengan menggunakan deteksi elektronik yang ditempelkan di bagian tubuhnya.

Diketahui bahwa dalam periode istrinya diduga sudah tewas, Seiler menggunakan kartu kredit Wilson. Diduga, sekalipun tak membunuh sang istri, dia sudah mengetahui lebih awal bahwa Wilson meninggal dunia di kamar namun membiarkannya begitu saja hingga ada keluhan di apartemen soal bau busuk. Polisi kemudian memeriksa apartemen asal bau itu dan menemukan jenazah Tamara Wilson.

Wakil Jaksa Wilayah Julia Ramirez mengatakan, atas pengaduan orang-orang di apartemen, polisi dikerahkan membuka paksa apartemen dan kemudian menemukan tubuh Wilson dalam keadaan membusuk. Tak lama, Seiler juga tiba di lokasi dan segera diamankan polisi.

Sumber:viva

No comments

Powered by Blogger.