Suami hajar istri karena kesal dimarahi beli sabu


Ilustrasi


     La Rojo (24), warga Sidodamai, Samarinda, Kalimantan Timur, sore tadi dibekuk polisi dan sekarang meringkuk di penjara. Dia diduga telah menganiaya istrinya sendiri, Mulyana.



Gara-garanya, La Roji kesal dimarahi istrinya yang tahu dia membeli narkoba jenis sabu, di kawasan Pasar Segiri, Samarinda. Peristiwa itu terjadi Selasa (19/12) malam lalu. Sekitar pukul 22.00 Wita, Rojo memberi tahu istrinya pergi keluar rumah untuk membeli rokok di warung. Tidak lama, Rojo kembali pulang ke rumah.

"Korban (Mulyana) terus bertanya apa benar membeli rokok. Pertanyaan korban itu dijawab pelaku bahwa pelaku habis beli sabu di Pasar Segiri," kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir Ipda Purwanto, kepada merdeka.com, Sabtu (23/12) malam.

Kontan, pernyataan suaminya itu, membuat amarah Mulyana semakin memuncak. Kesal terus mendengar ocehan sang istri, Rojo pun nekat berbuat tak sepantasnya kepada istri sahnya itu.

"Pelaku melakukan kekerasan terhadap korban, memukul istrinya dengan tangan kosong, ke arah kepala, dahi, dan paha kanan istrinya," ujar Purwanto.

Mendapat penganiayaan itu, Mulyana tentu tidak terima. Beberapa saat usai dipukuli suaminya, dia bergegas keluar rumah dan melapor ke Polsekta Samarinda Ilir di Jalan Bhayangkara.

"Karena kesakitan, korban lalu berteriak meminta tolong. Tetapi pelaku membekap mulut istrinya itu. Akhirnya korban lapor ke kantor (Polsekta Samarinda Ilir)," ungkap Purwanto.

Berbekal hasil visum korban dari RSUD Abdul Wahab Syachranie, polisi bergerak melakukan penyelidikan. Tidak sulit menemukan pelaku, diamankan atas dasar laporan istrinya.

"Laporan istrinya dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT ya. Karena memang, pasangan ini suami istri sah," terang Purwanto.

La Rojo kini meringkuk di sel penjara Polsekta Samarinda Ilir. Dia jadi tersangka usai dijerat dengan Undang-undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.


Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.