Terus-menerus Sakit Perut & Muntah, Perempuan India Tidak Sadar Ada Bayi Membatu di Dadanya

sumber photo:okezone
Seorang wanita berusia 52 tahun mengeluhkan dirinya mengalami sakit perut dan beberapa kali dokter memberinya obat penghilang rasa sakit. Namun, sakit perutnya semakin parah bahkan 3 tahun terakhir ia terus-menerus muntah dan dan membuatnya untuk menemui dokter spesialis. Ketika dilakukan pemindaian, hasilnya membuat ia dan dokter terkejut.

 
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pada bagian dada wanita asal Nagpur, Maharashtra, India Utara, tersebut terdapat sesuatu yang berbentuk seperti batu. Ternyata benda tersebut adalah janin bayi berusia empat bulan.

"Pemindaiannya menunjukkan penyumbatan pada usus, penyumbatan pada saluran pencernaan, dan juga terdapat benda berstruktur seperti batu. Karena laporan yang tidak biasa ini, laparoskopi dilakukan dan yang paling mengejutkan kami, ada bayi berusia empat bulan di perutnya. Kami sangat terkejut. Ini sangat jarang," ungkap Dr Nilesh Junankar, ahli bedah laparoskopi, di Junernar Surgical Nursing Home, dilansir dari Metro, Sabtu (2/2/2017).

Sebuah tim yang terdiri dari dua dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi. Dr Nilesh memindahkan batu bayi yang sudah berkembang itu dalam operasi yang memakan waktu sekira dua jam pada 23 November.

Bayi yang membatu di dada seorang wanita selama 15 tahun. sumber photo:okezone

"Sungguh mengejutkan bagi semua orang yang hadir di ruang operasi. Setelah membedah perutnya, 'batu bayi' terlihat berkembang. Namun, rahim, ovarium, dan saluran tubanya benar-benar normal. Pasien telah berhenti menstruasi lima tahun yang lalu dan tidak dalam usia subur,” jelas Dr Nilesh.

Wanita yang tidak mau menyebutkan identitasnya tersebut pun menjelaskan bahwa 15 yang lalu memang dirinya sempat hamil. Namun ia menggugurkan kandungannya karena tak mau lagi menambah anggota keluarga.

"Karena tidak ada sonografi yang dilakukan, baik dirinya maupun pihak dokter tidak mengira bayi itu masih di sana. Kemungkinan kehamilan dada adalah satu dari 11 ribu kehamilan dan hanya antara 1,5% sampai 1,8% kehamilan dada yang berkembang menjadi Lithopedia. Kami telah memindahkan bayi batu dari tubuh wanita dan sebagian ususnya juga telah dipotong,” kata Dr Nilesh.

Bayi batu atau Lithopedion seperti yang disebut dalam istilah medis, sangat jarang terjadi. Hanya 300 kasus seperti itu telah dilaporkan dalam 400 tahun terakhir di seluruh dunia. Wanita tersebut pun juga mengucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit karena telah membebaskannya dari rasa sakit yang ia derita selama satu dekade. Setelah dinyatakan pulih, ia pun dipulangkan.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.