TKI Meninggal di Taiwan

Suparjo, BP3TKI Jateng, saat FGD menyampaikan saat ini ada dari Kabupaten Kendal yang meninggal di Taiwan dan jenazahnya tertahan dan tidak tahu kapan diterbangkan ke Indonesia.sumber photo:radarpekalongan

Saat ini ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Kabupaten Kendal yang meninggal di Taiwan. Ironisnya, jenazah TKI tersebut tertahan dan tidak tahu kapan diterbangkan ke Indonesia. TKI tersebut bernama Al Munawar. Tertahannya jenazah itu karena saat berangkat yang bersangkutan tidak melalui jalur yang benar.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

“Persoalan itu yang menjadikan sulit proses pengambilan jenazah TKI itu,” kata Suparjo, Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jateng, saat FGD Optimalisasi Pelayanan Pengaduan dan Mediasi RKI di salah satu hotel di Kendal, Senin (4/12).

Suparjo mengatakan, TKI yang berangkat melalui prosedur tidak benar itu meninggal penyebabnya bukan tindakan kekerasan saat bekerja, akan tetapi murni sakit akibat penyakit yang dideritanya.

“Ada enam TKI dari Kendal yang meninggal dalam setahun ini, rata-rata disebabkan sakit,” ungkap dia.

Suparjo menyatakan, semua TKI yang meninnggal merupakan TKI yang menggunakan jalur ilegal. Sehingga semua TKI tersebut tidak mendapatkan santunan. Berkaca dari kejadian itu, ia meminta agar para TKI menggunakan jalur resmi atau legal. Pasalnya apabila terjadi hal buruk saat bekerja di luar negeri, maka akan mendapatkan santunan.

“Mereka hanya dapat talii asih saja dari pemerintah, melalui BNP2TKI yaitu sebesar Rp 2 juta. Kalau lewat prosedur pasti jelas mendapatkan asuransi apabila meninggal di luar negeri, nilainya Rp 80 juta di tambah Rp 5 juta. Lalu dari BP3TKI memberikan santunan kepada dua keluarga TKI yang mengalami sakit,” ungkap dia.

Sementara Kasi Penempatan Dinas Tenaga Kerja,Kabupaten Kendal, Agus Teguh, mengatakan, setiap bulannya Kabupaten Kendal mengirim sekitar 200 tenaga kerja Indonesia untuk bekerja diluar negeri. Di tahun 2016 saja total TKI asal kendal di luar negeri sudah mencapai 6ribu orang lebih. Dinas Ketenaga kerjaan mengaku kesulitan mencari PJTKI yang menyediakan jalur ilegal, perlu adanya satgas yang dibentuk untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Usia yang dikirim rata-data di atas 21 tahun tidak ada yang dibawah umur, namun kemungkinan TKI yang berangkat di jalur ilegal ada yang berusia dibawah 16 tahun,” kata dia.

Sumber:radarpekalongan

No comments

Powered by Blogger.