TKW Ini Menarik Mata Dunia Karena Jepretannya di Waktu Luang, Mengejutkan Nasibnya Sekarang


Niat awal gadis Filipina ini untuk tinggal di Hongkong adalah semata-mata membantu perekonomian keluarga.

Di sela-sela pekerjaannya, gadis bernama Bacani ini meluangkan waktunya untuk mengabadikan gambar.

Ya, Bacani senang fotografi dan mengambil sisi pemandangan Hongkong yang dikenal dengan kota penuh keramaian.

Salah satunya adalah foto juru masak yang terlihat sibuk di dapur, sedang menyiapkan hidangan untuk pelanggannya yang kebanyakan para pekerja.

Adapula foto anak perempuan yang sedang menempel di sebuah kaca, jadi foto unggulan Bacani.

Dari semua foto Bacani, selalu mengambil foto berwarna hitam putih.

"Fotonya terlihat sunyi dan tenang, memiliki kekuatan tersendiri. Ada pesan di dalamnya. Bagi saya fotografi adalah pesan alam".

Kebiasaan Bacani usai mengambil foto adalah mempostingnya di facebook.
Tak disangka, fotografer ternama Filipina yang tinggal di San Francisco, Amerika, Rick Rocamora melirik jepreta Bacani.

Rocamora yang kemudian mengantarkan jepretan Bacani ditampilkan di majalah New York Times.

Sejak saat itu, Bacani menarik perhatian seluruh dunia.

Ia bahkan mendapatkan tawaran dari Fuji Film untuk mengadakan pameran foto di Kedutaan Filipina di Hongkong.

Dalam lomba foto Antarabangsa Hamdan 2015 lalu di Dubai, Bacani makin menarik perhatian dunia dengan hasil jepretannya.

Bacani meraih peringkat kelima, dari 30 ribu peserta dari 166 negara.

Ia pun berhak mendapatkan uang tunai Rp 79 juta.

Tak ada yang tahu asal usul Bacani yang telah bekerja di Hongkong sebagai tenaga kerja wanita selama 9 tahun.

Ia lahir di daerah miskin, Nicaragua. Ibunya mengantarkannya untuk pergi ke Hongkong mencari pekerjaan.

Pada usia 19 tahun ia bekerja di Hongkong, demi membayar sekolah adik laki-lakinya.

Setiap hari, ia bangun pukul 05.30 untuk menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, dan menjaga anak-anak majikannya.

"Ketika tiba di Hongkong, saya merasa kagum. Setiap sudut sangat meriah, dipenuhi cahaya. Jauh dibandingkan kampung halamanku".

Lima tahun lalu, ia memberanikan diri meminjam uang dari majikannya untuk membeli kamera Nikon D90.

Kamera ini yang membuatnya sibuk dan melupakan sesaat kampung halamannya.
Walaupun tak memiliki dasar pelajaran fotografi, ia mengaku selalu mengikuti kata hati.

Jepretannya selalu menyoroti masyarakat kalangan bawah di Hongkong.

Kini Bacani sibuk berkunjung ke berbagai negara, Hongkong, Filipina, Jepang, hingga New York untuk mengadakan pameran fotografi.

Pada Mei 2015, Bacani memutuskan berhenti sebagai TKW dan mengejar impiannya ke New York, Amerika.

Ia mendapatkan beasiswa di jurusan seni di sebuah Universitas di New York.

"Saya ingin belajar dan memahami bidang fotografi untuk menjadi fotografer handal", katanya seperti dilansir erabaru malaysia.(restudia)


Sumber : Tribunnews

No comments

Powered by Blogger.