<-->

Tragis, Wanita dan Anak 'Dijual' ke Timur Tengah

ilustrasi
Sungguh tragis, sepanjang tahun 2017, seribuan wanita dan anak-anak jadi korban perdagangan manusia. Mereka dijual ke negara-negara di Timur Tengah, Malaysia dan Cina.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Berdasarkan data Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, tercatat total ada 1.083 orang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dengan rincian, 1.078 perempuan dewasa dan lima anak-anak.

Sayangnya, dari korban sebanyak itu, hanya ada 21 laporan polisi. Dan ironisnya, baru satu perkara yang tuntas disidik polisi dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan. Sebanyak 10 perkara baru lengkap berkasnya dengan 30 tersangka.

"Satu perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan sisanya masih proses sidik," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis 21 Desember 2017.

Untuk modus para pelaku, Ari menuturkan, biasanya para pelaku melakukan penyalahgunaan visa umrah, kunjungan visa wisata, penyalahgunaan visa ziarah dan pemberangkatan melalui jalur-jalur ilegal.

"Ada jaringan Mesir, Arab Saudi, Abu Dhabi, Suriah, Malaysia dan Cina," katanya.

Menurut Ari, untuk mencegah terjadinya TPPO, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah, karena korban kebanyakan dari daerah. Sosialisasi tersebut yakni dilakukan untuk mengedukasi jika ingin bekerja di luar negeri harus mempunyai keahlian.

"Kalau hukumannya diperberat tapi masih mencari pekerjaan ya tetap saja. Melaksanakan sosialisasi ke daerah bahwa dia harus punya keterampilan bekerja di mana saja. Masalahnya tidak punya kemampuan. Lalu diberangkatkan secara ilegal karena pelaku ingin mendapatkan keuntungan," ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar di luar negeri jika tidak melalui jalur yang legal. "Tidak mudah tertipu dan percaya janji-janji," ucapnya. 

Sumber:viva

No comments

Powered by Blogger.