Yani Bocah Kurus yang Ditemukan Telantar Terkena Marasmus Akut

Bocah perempuan kurus yang ditemukan telantar di sekitar sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Lamandau, Kalteng pada Kamis (28/12/1017) pagi, dinyatakan terkena penyakit Marasmus (Gizi Buruk) Akut.sumber photo:sindonews
Bocah perempuan kurus yang ditemukan telantar di sekitar sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Lamandau, Kalteng pada Kamis (28/12/1017) pagi, dinyatakan terkena penyakit Marasmus (Gizi Buruk) Akut.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Hal ini disampaikan Plt Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Akhmad Faozan. Menurutnya, bocah perempuan bernama Yani (6) dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dari RSUD Lamandau pada Kamis siang.

"Kita terima bocah Yani dalam kondisi kurus dengan berat badah 7.4 kg yang idealnya 20 kg, lemah dan mengalami disentri (mencret) terus. Jadi setiap diberik makan atau minum pasti langsung keluar. Setelah kita cek hasil laboratorium hasilnya terkena marasmus (gizi buruk) akut karena pola makan yang buruk," ujar Ahmad Faozan kepada sejumlah wartawan saat konferensi pers di ruang rapat RSUD Sultan Imanuddin, Jumat (29/12/2017).

Saat ini bocah Yani di rumah sakit dijaga oleh Ayah tirinya, Antonius (45). Tim dokter rumah sakit masih terus melakukan perawatan insentif untuk memberhentikan difteri (mencret) bocah malang tersebut.

"Baru setelah mencretnya berhenti kita lanjutkan penanganan kasus gizi buruknya. Dokter spesialis anak akan terus memantau kondisi korban," katanya.

Ia melanjutkan, untuk saat ini biaya bocah Yani ditanggung BPJS Kesehatan yang masih melekat di KTP Kabupaten Lamandau milik sang ibu yang sudah almarhum. "Saat ini bocah Yani masih kita rawat secara khusus di bangsal anak Paviliun Lanan RSUD SI. Sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," sebutnya.

Sementara itu, Ayah tiri korban Antonius mengatakan, putrinya mengalami mencret secara terus menerus selama dua bulan terakhir. Sebelumnya mereka berdua berada di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) ke rumah anak kandung Antonius yang bekerja di sana.

"Namun karena Yani tak kunjung sehat, saya kembali lagi ke Kabupaten Lamandau numpang di rumah teman. Saat saya bersama Yani jalan kaki di sekitar sekolah MIN, Yani lelah dan pingsan, lalu ditolong orang dan dibawa menuju RSUD Lamandau. Dan sekarang dirujuk ke RSUD SI Pangkalan Bun," sebutnya.

Ia melanjutkan, saat ini Antonius hanya bisa pasrah atas kondisi anak tirinya tersebut. Sebab pria asal NTT ini mengaku sudah tidak punya pekerjaan dan tidak punya uang sama sekali. "Ya saya pasrah saja, menunggu bantuan dari para relawan. Semoga ada bantuan dari Pemerintah Daerah," pungkasnya.

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.