<-->

8 Tahun Kumpulkan Pundi Uang di Hongkong, TKW Ini Malah Terbaring Akibat Intim dengan Pria Nepal

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
Kondisi SN,TKW asal Jatim semakin melemah karena menderita AIDS.sumber photo:tribunnews
Sudah jadi rahasia umum, para tenaga kerja wanita (TKW) menjalin asmara dengan tenaga kerja asing lainnya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Bahkan banyak di antaranya menjalin perselingkuhan, melupakan suaminya dan keluarganya di tanah air.

Hal ini pula yang dilakukan oleh TKW asal Jawa Timur yang bekerja di Hongkong.

Sebut saja SN, TKW yang bekerja selama 8 tahun di Hongkong.


Ketika bekerja di Hongkong, ia menjalin hubungan dengan pria asal Nepal yang juga pekerja asing di Hongkong.

SN diketahui menjalin hubungan bebas dengan kekasihnya warga Nepal, dengan alasan majikan yang memberikan banyak waktu luang.

Ia bisa bebas rumah asalkan semua pekerjaannya telah selesai.

Suatu hari, kekasihnya pria Nepal melakukan pemeriksaan medis dan positif menderita HIV Aids.

Pria Nepal ini mengaku frustasi dan memilih kembali ke Nepal.

Di sana, ia dikabarkan bunuh diri.

SN kaget dan kemudian terlintas jika dirinya juga bisa terkena penyakit mematikan itu lantaran ia sering berhubungan dengan kekasihnya.

Ternyata benar, pada 2012 lalu SN melakukan pemeriksaan lab dan hasilnya positif tertular.

Pada 2014 lalu, SN menyelesaikan kontrak dan pulang ke Indonesia.

Kondisinya yang sementara dirahasiakan dari pihak keluarga.

Hingga langkah orang tuanya yang mendesaknya untuk menikah karena usianya sudah 26 lebih.

Akhirnya SN berani bercerita ditemani oleh seorang psikolog disebuah klinik.

Berkat Psikolog bernama Agus Setyono itulah akhirnya orang tua SN bisa menerima kondisi dan keadaan SN.

SN akhirnya memilih melajang hingga saat ini.

Kini ditahun 2018, kondisi SN yang semakin kurus setiap harinya dan semakin lemah.

Selama 8 tahun mengumpulkan pundi pundi dari Hongkong, namun harus rela hanya menikmatinya terbaring di tempat tidur.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.