Keren, Tas Golf Warga Tanggulangin Ini Tembus Manca Negara

sumber photo:detik

Selain dikenal sentra sepatu, daerah Tanggulangin, Sidoarjo juga menghasilkan tas golf. Produksi warga Kota Udang ini laku hingga di pasar manca negara.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Salah satunya tas golf buatan Abdul Hamid (64), warga Desa Kalitengah, Tanggulangin. Tas jenis Tour Bag Golf ini dipesan oleh beberapa pembeli dari negara Jerman, Arab Saudi dan Malaysia. Bagi dia, membuat tas jenis lain sudah banyak yang membuat. Dia pun membuat inovasi membuat tas golf.

"Membuat tas golf ini mulai dari tahun 1993, awalnya membeli tas golf, kemudian dibongkar selanjutnya di jahit kembali," kata Abdul Hamid kepada detikcom di rumahnya, Kamis (4/1/2018).

Hamid mengatakan, semula untuk membuat satu tas golf pada saat itu membutuhkan waktu yang panjang, yakni sebulan. Itu pun hasilnya kurang maksimal. Setelah belajar beberapa bulan, dia baru mampu mempersingkat waktu produksi.

"Setelah jadi satu tas golf, kemudian dipamerkan di pusat perbelajaan tas di Intako. Selang enam bulan baru ada yang pesan. Waktu itu pesan tiga tas golf dari salah satu pegawai BUMN di Jawa Timur," ujarnya.

Pesanan tas golf perdana itu, kata Hamid, dia kerjakan dengan sangat hati-hati. Rupanya, kerja kerasnya berhasil menyenangkan pihak pemesan. Sekitar tahun 1996 hingga 1998 Hamid mulai kebanjiran pesanan.
Pembuatan tas golf sendiri, menurut Hamid, butuh keterampilan khusus dan ketelatenan. Karena banyak variasi dan aksesoris yang digabungkan untuk mempercantik tas. Barulah sejak tahun 2011, ada pesanan dari negara lain seperti Jerman, Arab Saudi, dan Malaysia.

"Sampai saat ini yang masih sering pesan yakni dari Malaysia. Kalau dari Jerman dan Arab Saudi jarang karena tidak bisa melayani pesananan terlalu banyak. Ini kan home industry, maksimal dalam satu bulan hanya mampu memproduksi tas golf sebanyak 50 biji," terangnya.

Sementara bahan tas golf buatannya, tambah Hamid, bervariasi. Mulai dari bahan kulit asli hingga kulit sintesis. Hanya saja bahan baku aksesoris cukup sulit d dapat.

"Untuk bahan baku kulitnya mudah didapat dari lokal Tanggulangin, namun untuk aksesorisnya gantungan tas golf sangat sulit. Kkami dapatkan dari Jakarta. Dan hingga saat ini kami sudah memiliki tujuh tenaga kerja," tambahnya.

Hamid mengaku, selain kesulitan untuk aksesoris, juga mahalnya biaya untuk ekspor. Tarifnya hampir seharga sebuah tas golf.

Untuk setiap tas golf berbahan kulit sintesis buatannya, Hamid mematok harga Rp 2,3-2,5 juta. Sementara yang menggunakan bahan kulit asli, harganya Rp 3,5 juta.

"Dengan mahalnya biaya ekspor ahkirnya ada kesepakatan tersendiri dengan pembeli dari Malaysia. Mereka akhirnya datang ke rumah untuk membeli hasil pembuatan tas golf ini," tandasnya. 

Sumber:detik

No comments

Powered by Blogger.