<-->

Lagi-lagi, BMI Terjaring Razia Karena Jualan Nasi

Ilustrasi


      Hong Kong-Lagi Seorang BMI terkena razia jualan nasi kotak di Tsuen Wan. Seorang BMI berinisial MR akhirnya mengakui semua fakta yang dibacakan di persidangan dan menandatangani perjanjian berkelakuan baik selama 15 bulan serta denda HK$ 1000 di Shatin Court.“Dengan ini saya memerintahkan kamu untuk menjaga kelakuan selama 15 bulan ke depan dengan tidak melanggar hukum apapun terutama yang terkait hukum keimigrasian. Jika kamu ditemukan melanggar lagi maka kamu tidak akan mendapat kesempatan kedua, mengerti?,” kata Hakim Winnie Law sambil memelototi MR di ruang sidang, Senin, (18/12/2017).



Jika dalam 15 bulan ke depan MR melanggar hukum apapun di Hong Kong, maka BMI yang telah bekerja sejak 2015 ini harus membayar denda HK$ 1000 serta menjalani hukuman lainnya sesuai pelanggarannya tersebut. Semula MR tidak mengakui fakta pengadilan bahwa BMI ini telah melanggar visa kerjanya dengan berjualan di Tsuen Wan.

Namun setelah Hakim Law meminta jaksa dan pembela membahas ‘jalan damai’ untuk menyelesaikan kasus ini, keputusan MR akhirnya berubah. BMI ini mengakui semua fakta persidangan dengan ganjaran BMI ini tidak harus masuk penjara tapi menandatangani surat perjanjian berkelakuan baik. MR terjaring razia Departemen Higienitas, Makanan dan Lingkungan (FEHD) pada Minggu, 18 Juni 2017. Saat itu MR yang sedang duduk sambil menjagai barang jualannya rupanya mulai menarik kecurigaan para petugas yang menyamar. “Tak berapa lama seorang wanita yang bukan beretnis China mendatangi terdakwa dan memberikan HK$ 20, lalu terdakwa mengeluarkan sebuah kotak berisi makanan dan menyerahkannya,” kata staf pengadilan saat membacakan fakta di ruang sidang.

Wanita yang bukan beretnis China ini maksudnya adalah wanita Indonesia. Saat itu petugas tak langsung menyergap dan terus mengintai. Sampai akhirnya, seorang wanita Indonesia lainnya kembali mendatangi MR. Wanita itu mengeluarkan sejumlah uang dan MR juga menyerahkan sekotak makanan. Saat itulah petugas FEHD langsung menyergap MR, serta menyita semua barang-barang jualannya sebagai bukti. MR sempat mengelak dan tak mengaku bahwa semua barang-barang itu adalah miliknya.

Meski akhirnya BMI ini tetap kena giring untuk diinterogasi. Pada sidang Senin, (17/12/2017), petugas membawa sekitar 2 kotak Tupperware besar kosong yang tadinya berisi makanan Indonesia dan nasi, 30 kotak plastik kosong, 4 sendok dan garpu, sebuah sendok besar, 2 gulung plastik untuk makanan serta sebuah tas parasut besar, yang diakui sebagai milik MR.



Sumber :Pahlawandevisa

No comments

Powered by Blogger.