Menadah Laba Berkah Salon Muslimah

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
sumber photo:kompas
Bisnis salon dan spa muslimah kian bergairah seiring makin banyaknya haum hawa yang menggunakan hijab serta memilih produk yang halal. Pemilik  salon dan spa muslimah pun mengembangkan usahanya dengan sistem kemitraan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seperti yang dilakukan oleh Lailiya Rahmani. Ia yang membuka salon muslimah Shofa Marwa pada 2013 silam, kini mulai menawarkan kemitraan. Hingga saat ini, baru ada satu mitra yang bergabung dengan lokasi di Solo, Jawa Tengah. "Kami cukup selektif karena tak ingin mitra hanya menyiapkan modal dan lokasi tanpa mau mengelolanya," jelas dia. 

Shofa Marwa menawarkan ragam fasilitas kecantikan dari ujung rambut hingga kaki, perawatan wajah dan tubuh. Ada 30 layanan yang disediakan. Tarifnya mulai Rp 20.000 sampai jutaan rupiah. Lailiya mengklaim, kelebihan salonnya terletak pada penggunaan produk kecantikan dari bahan alam dengan standar internasional yang aman serta teruji.

Shofa Marwa menawarkan tiga paket kemitraan. Pertama, paket rumahan senilai Rp 65 juta. Fasilitasnya, perlengkapan treatment, produk, pelatihan, desain ruangan, dan tambahan lainnya.

Kedua, paket rumahan plus senilai Rp 100 juta. Fasilitasnya sama dengan paket pertama, dengan tambahan perlengkapan treatment dan hairstylist. Asal tahu saja, untuk kedua paket ini mitra dapat menggunakan merek usaha sendiri.

Ketiga, paket premium dengan investasi Rp 200 juta. Fasilitas yang didapatkan adalah perlengkapan treatment lengkap, produk, pelatihan, branding, desain lokasi dan penggunaan nama usaha. Perlu dicatat, untuk paket ini calon mitra harus menyediakan tempat setara satu unit ruko dua lantai plus empat orang karyawan.

Selain itu, kerjasama ini mengenakan biaya royalti sebesar 5% dari omzet per bulan. Seluruh mitra wajib memakai produk dari pusat untuk menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan akan produk.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
Berdasarkan perhitungannya, waktu balik modal sekitar tiga tahun, jika mitra bisa mengantongi omzet Rp 25 juta-Rp 30 juta per bulan. 

Untuk tahun ini, Lia menargetkan bisa menambah dua mitra premium. Dia pun rajin berpromosi di media digital serta menggelar event seperti seminar dan lomba.

Djoko Kurniawan, Konsultan Usaha menilai potensi salon muslimah di dalam negeri sangat besar mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

Lainnya, dia menyarankan agar sang pemilik cukup menawarkan satu paket kemitraan saja yaitu paket premium yang menggunakan merek usaha milik pusat. "Kalau boleh pakai nama usaha sendiri jangan digabung dengan penawaran model peluang usaha atau franchise karena akan membuat calon mitra bingung," katanya dilansir dari kontan.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.