Seorang Ayah Penjarakan Anak karena Foto Balita Telanjang di Ponselnya

ilustrasi
Seorang ayah pastinya akan melakukan sesuatu demi memberi pelajaran yang baik terhadap anaknya. Meski terlihat kejam seperti kisah yang berikut ini, semata-mata sang ayah melakukan hal tersebut agar anaknya tersebut dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Seorang remaja laki-laki asal Missouri, Amerika Serikat, berusia 17 tahun, ditangkap setelah ayahnya melaporkannya ke polisi. Sang ayah menemukan sebuah foto balita yang tak mengenakan pakaian di telefon genggam si anak.

Ayah yang bernama Paul Spensberger tersebut mengatakan bahwa ia menemukan foto tersebut pada 30 Desember 2017 setelah menyita telefon genggam anaknya, Andrew. Ia menyita telefon genggam Andrew sebagai hukuman atas perilaku buruknya. Gambar itu rupanya diambil dari jarak yang sangat dekat, yang membuat Spensberger merasa jijik. Andrew mengatakan bahwa balita berusia dua tahun di foto itu adalah anak dari kerabat pacar Andrew.

Dilansir dari IBT Times, Rabu (10/1/2018), Spensberger memberi tahu petugas polisi dengan harapan bahwa langkah tersebut dapat membuat anak laki-lakinya berubah menjadi remaja yang lebih baik. Bocah remaja tersebut dilaporkan memiliki masalah perilaku dan sering mendapat masalah karena melakukan tindakan pencurian.

Sang ayah mengatakan bahwa ketika dia menghadapi anaknya, remaja tersebut mengatakan kepadanya bahwa dia memotretnya untuk menjualnya ke teman sekelas SMA-nya yang dia duga adalah seorang paedofil.

Andrew, yang bekerja di restoran cepat saji, juga mengatakan bahwa dia berharap mendapatkan uang sebanyak USD350 atau sekira Rp4 juta jika menjual gambar balita tak berpakaian tersebut.

Remaja laki-laki tersebut menghadapi tuduhan kejahatan kelas berat terkait kepemilikan gambar bersifat pornografi anak-anak dan harus mendekam di penjara dengan jaminan USD10 ribu (setara Rp134 juta). Ayahnya pun menolak untuk membayarnya.

"Dia merasa seperti orang lain, dia merasa menyesal dan dia takut, dia menghadapi hukuman penjara. Saya bisa saja membayarkan jaminannya tapi dia perlu belajar," kata Spensberger.

Sang ayah juga mengatakan bahwa penemuan mengerikan di telefon genggam anaknya membuatnya terkejut, bahkan memanggil polisi dan menyerahkan Andrew kepada mereka sebenarnya sangat lebih sulit. Spensberger menambahkan bahwa dia tidak memiliki pilihan lain karena telefon genggam tersebut terdaftar atas nama saudaranya.

Namun, Spensberger mengatakan bahwa ia percaya cerita anaknya bahwa ia hanya ingin menjual foto-foto itu. Dia mengatakan Andrew menghadiri sebuah sekolah kebutuhan khusus khusus menanggulangi remaja yang menyukai porno anak.

"Andrew adalah pencuri tapi dia tidak seksual seperti itu," kata Spensberger.

Kini Andrew sedang menunggu tanggal pengadilan berikutnya dan jika terbukti bersalah, dia dapat menjalani hukuman empat tahun penjara.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.