Seorang Majikan Di Taiwan Terlibat Perdebatan Dengan TKW Karena Kasus Penganiayaan Dan Asusila di Changhua




       Seorang majikan diadukan oleh pembantunya dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang TKW yang menjaganya. 



Kejadian tersebut bermula dari seorang wanita bermarga Lian (58 tahun) memiliki seorang suami yang menderita lumpuh sehingga harus berbaring di tempat tidur setiap saat dan membutuhkan bantuan seorang perawat untuk menjaganya.

Salah seorang kerabat lantas membatu Lian untuk mencari seorang perawat asing asal Filipina untuk menjaga suami Lian yang sudah tua dan sakit-sakitan di daerah Changlin, Changhua.

Namun baru beberapa bulan bekerja, keluarganya pun diseret ke pengadilan atas tuduhan penganiayaan dan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh suaminya terhadap TKW asing tersebut.



Ditemani pihak kerabat, seorang pria bermarga Cao, Lian yang hadir pada konferensi pers yang digelar pihak departemen tenaga kerja distrik Changhua pun ikut memberikan keterangan mengenai kasus ini. Lian mengatakan pada bulan May 2011 silam, suami Lian yakni seorang pria bermarga Zhang (62 tahun) mengalami kecelakaan kerja di sebuah lokasi proyek konstruksi di Taiwan. Alhasil, pria paruh baya ini pun menderita lumpuh total akibat insiden tersebut dan harus berbaring di tempat tidur.

Lian yang menderita polio dan duduk di kursi roda dihadapkan dengan kenyataan pahit harus menjadi tulang punggung keluarga. Ia berusaha mati-matian mencari uang untuk menafkahi keluarga dan membiayai pengobatan suaminya. Lian yang sukses membuka usaha di bidang penjualan pakaian memiliki penghasilan yang cukup untuk mempekerjakan seorang perawat asing untuk merawat suaminya.

Selama bekerja merawat suaminya, Lian kerap mendapati pekerja asing tersebut malas-malasan dan bersantai sepanjang hari tanpa mengerjakan tugasnya. Perawat asal Filipina ini juga sering kedapatan menghabiskan waktu berjam-jam berbicara di ponselnya tanpa mengurusi suami Lian yang lumpuh dan membutuhkan perhatian khusus.

Pada tanggal 28 November 2017, Lian pun dipaksa oleh pihak perantara untuk memutuskan kontrak kerja dengan pekerja asing ini. Lia pun membayarkan semua upah pekerja asing tersebut sebelum TKW asal Filipina tersebut dibawa pergi oleh agensi.  

Lian pun dihadapkan dengan kondisi rumit sang suami yang tinggal tanpa bantuan perawat sedangkan ia harus bekerja. Namun tak lama setelah pemutusan kontrak kerja dengan tenaga kerja asing ini Lian justru menerima pengaduan dari agensi terkait bahwa suaminya melakukan tindakan pelecehan seksual kepada perawat asing tersebut.

Saat dimintai bukti atas tuduhan ini, pekerja asal Filipina yang tidak mau disebutkan identitas dirinya ini mengaku tidak memiliki bukti video maupun foto yang menguatkan laporan tersebut. Lian yang merasa dicurangi pun berang dan justru mengajukan tuduhan pencemaran nama baik kepada TKW tersebut.

Zhang Xinying, kepala departemen tenaga kerja asing Changhua mengatakan pekerja migran asal Filipina tersebut mengaku mendapatkan perlakuan tak wajar dari majikan wanitanya hingga ia meminta bantuan agensi untuk menariknya keluar dari rumah tersebut.  TKW ini mengaku sering dibentak oleh majikannya dan sering disuruh membersihkan toilet rumah yang sangat kotor.

Namun tidak ada bukti dari tuduhan tersebut dan kini kedua pihak tengah bersitegang dan memilih menyelesaikan kasus ini di tangan hukum. Zhang selaku mediator kedua belah pihak membujuk keduanya untuk menempuh jalur mediasi dan bertemu secara kekeluargaan untuk menjelaskan permasalahan yang dihadapi.

Zhang mengatakan kebanyakan kasus yang ditangani dari hasil penyelidikan pihak departemen tenaga kerja setempat menunjukkan bahwa di dalam kesehariannya kerap terjadi perselisihan akibat perbedaan pemahaman bahasa yang digunakan oleh pihak majikan dan buruh migran asing. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini yang kemudian memicu pertengkaran dan hubungan yang tidak harmonis terjadi di antara kedua belah pihak.


Sumber : DeYuan

No comments

Powered by Blogger.