TKI Ilegal asal Situbondo Meninggal Dunia di Malaysia


Fadlan Fathoni

      Haritun (52), warga Dusun Pandean RT 26 RW 04, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo meninggal dunia di Malaysia. Kabar tersebut disampaikan Sekdes Wonorejo, Fadlan Fathoni Sabtu (13/1) petang.


Menurut Fathoni, jenazah tidak bisa dibawa pulang jika tidak ada identitas. Karena itu pihak desa segwra mengurus administrasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait.
"Bersama seorang relawan, kita lakukan koordinasi dengan kadisnaker, pihak dinkes bahkan Disnaker Pemprov Jatim," ujar Fathoni.
Ditambahkan, almarhum merantau ke Malaysia sejak tahun 2014. Ia meninggal dunia karena sakit paru paru, pada hari Sabtu,  tanggal 13 Januari  2018  pukul 05.00  di Negeri Jiran.
Oleh karena Haritun tercatat tanpa paspor alias ilegal, pihak Malaysia kesulitan mengidentifikasi. Beruntung, Rico yang merupakan teman kerja almarhum asal Probolinggo berinisiatif mengontak keluarga di tanah air.
Sementara itu Rahma (22) anak almarhum merasa cemas memikirkan pemulangan jenazah ayahnya.
"Terus terang kami bingung biaya gak ada. Bagaimana kebijakan pemerintah tentu kami  harapkan," ungkapnya.
Dihubungi via seluler, Kadisnaker Situbondo, H. Junaedy membenarkan pihaknya telah mendapat informasi terkait kematian warga Situbondo.
"Ya, karena berangkat sendiri, kita tidak tahu itu, jadi ya ilegal. Kendati begitu kita tetap berkoordinasi," ujar Junaedy.
Relawan kemanusiaan, M. Aryo menjelaskan bahwa ambulan yang digunakan untuk menjemput jenazah direncanakan ke Bandara Juanda, Surabaya.
"Itu gratis dari dinkes, kita cuma mencari donasi untuk biaya sopir dan bensin ke rumah duka. Adapun proses kedatangan jenazah, kita komunikasikan intens dengan teman almarhum di Malaysia," tutur Aryo.

Sumber : Suara Jatim

No comments

Powered by Blogger.