Anaknya dihukum karena membuat ulah, wali murid malah hantam guru pakai meja kaca




     Kekerasan menjadi permasalahan yang darurat di dunia pendidikan Indonesia hari ini. Masih terngiang kisah pilu Guru Budi yang tewas ditangan muridnya sendiri dan Pak Dasrul yang dianiaya wali murid, kini ada seorang guru menjadi korban penganiayaan oleh salah satu wali murid di Sulawesi Utara.



Penganiayaan itu terjadi setelah wali murid tersingung anaknya diminta tak mengulangi perbuatan nakal melalui sebuah surat pernyataan. Insiden ini terjadi di SMP Negeri 4 Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Kronologi kejadian dimulai ketika seorang wali murid diundang ke sekolah karena tindakan tak terpuji sang anak. Anak itu diminta membuat surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatan nakal di sekolah namun respon wali murid malah mengejutkan.

Tak terima anaknya diminta membuat surat pernyataan, wali murid ini nekat menghantam kepala sekolah menggunakan meja kaca. Terlihat banyak bercak darah di baju guru tersebut. Guru ini terlihat bersandar tak berdaya di sofa dengan luka serius di tangan dan kepalanya. Sedangkan terlihat pecahan kaca berserakan di ruangan tersebut.

Kisah ini beredar di media sosial setelah dibagikan akun Alfred Bustian Kaemba di grup Facebook Manguni Team123 / Tetengkoren Berguna. Selasa (13/2/2018) malam, status itu lalu diunggah ulang oleh akun Instagram Waranddrama.sosmed.

"Kembali lagi terjadi penganiayaan terhadap guru oleh wali murid.

Kepala Sekolah SMP 4 Lolak dianiaya oleh orangtua murid. Kejadian 10 pagi tadi (13/2/2018). Kepala sekolah dipukul pakai meja kaca dan kaki meja hanya karena kepala sekolah menegur siswa dan menyuruh surat pernyataan atas kenakalan yang dilakukan siswa tersebut. Sangat disayangkan," tulis postingan tersebut.

Kisah sejennis juga dibagikan akun Instagram Ndorobeei, Selasa malam. Bahkan akun ini menandai postingannya dengan tanda tangar #SaveAnakBangsa, #SaveGuru, dan #SavePendidikanIndonesia.


Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.