Kembali pemerkosaan keluarga, remaja 15 tahun hamil diperkosa ayah dan paman



     Seorang gadis berusia 15 tahun di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, menjadi korban kekerasan seksual ayah kandung dan pamannya hingga hamil.



"Disetubuhi hingga sekarang hamil empat bulan," kata Kepala Polres Toba Samosir, AKBP Elvianus Laoli, kepada BBC Indonesia, Rabu (31/01).

Polisi sudah menangkap sang ayah yang berusia 38 tahun pada akhir pekan lalu setelah mendapat laporan dari korban.

Kasus ini awalnya terkuak dari kecurigaan tetangga yang melihat perut remaja perempuan bersangkutan membuncit dan detelah ditanya, baru dia mengaku bahwa sering dipaksa bersetubuh oleh ayahnya.

Dari situ, seorang tetangganya kemudian membagikan kisah itu ke media sosial dan setelah mendapat informasi tersebut maka polisi langsung bergerak memburu pelaku.

"Ini baru pertama kalinya di Toba Samosir, anak hamil oleh ayah kandung sendiri," kata Elvianus.

Tuntutan penghentian kekerasan seksual pada anak sering dikampanyekan.
Namun ternyata -berdasarkan keterangan korban- selain ayahnya ternyata pamannya, yang berusia 33 tahun, juga melakukan kekerasan seksual serupa terhadap dirinya.

Awalnya kedua pelaku, menurut polisi, disebutkan tidak saling mengetahui perbuatan satu sama lain terhadap remaja berusia 15 tahun itu. "Baru tahu setelah keduanya bertemu di dalam sel," AKBP Elvianus.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, korban ternyata sudah mengalami pelecehan seksual sejak akhir 2015 lalu, ketika baru berusia 12 tahun. Pamannya yang pertama kali melakukan kekerasan seksual tersebut.

Kekerasan seksual incest tak terdata
Terungkapnya kasus di Toba Samosir itu membuat Pusat Kajian Perlindungan Anak Indonesia (Puskapa) FISIP UI mengangkat kembai proses penanganan terhadap korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung.

"Penting untuk memperhatikan kepentingan korban. Treatment untuk anaknya apa?" kata Marsha Habib, tim program Puskapa.

Seharusnya, lanjut Marsha, remaja di Toba Samosir mendapatkan bantuan psikologis dan kesehatan. "Masalahnya alur penanganan korban seperti ini belum rapi di Indonesia."

Puskapa mengingatkan buruknya nasib anak sebagai korban kekerasan seksual akan semakin bertambah jika rancangan KUHP baru disahkan DPR, terutama soal perluasan makna zina.

Pasalnya dalam rancangannya ada klausul bahwa korban, seperti remaja perempuan di Toba Samosir, bahkan bisa dipidana karena melakukan perzinahan.

"Korban bisa dikriminalisasi," kata Marsha.


Sumber : BBC

No comments

Powered by Blogger.