<-->

Majikan pergi liburan, TKW ini tak boleh tidur di dalam rumah



      Jika menurut Anda pekerja asing di Singapura memiliki nasib yang lebih baik daripada di negara lain, ternyata Anda salah. Memang benar bahwa tenaga kerja asing di Singapura menerima hari libur wajib dalam sebulan dan mendapatkan kebebasan untuk pergi kemanapun mereka inginkan, namun sayangnya cara tuan rumah memperlakukan mereka semena-mena.

Ada banyak kasus pelecehan di negeri Singa Putih itu yang mengarah pada kasus pengadilan.

Kasus penganiayaan terhadap tenaga kerja di Singapura masih sangat merajalela, salah satunya yang menimpa tenaga kerja wanita (TKW) asal Filipina ini. Ia dipaksa tidur di koridor rumah/apartemen majikannya selama mereka pergi berlibur. Majikannya pun mengunci rumahnya sehingga TKW itu tak bisa masuk.



Seorang teman yang peduli dengan TKW itu, Ashley Camaro Baccay, mengambil gambar penganiayaan mengerikan dan memasangnya di halaman Facebook dengan keterangan 'orang Filipina di Singapura'. Dia menulis dalam bahasa Tagalog.

"Saya kasihan dengan tetangga saya di kondominium Makena. Majikan pergi berlibur dan tidak ingin dia tinggal di rumah. Mereka meminta pembantu tersebut untuk mencari tempat tinggal gratis karena mereka tidak mau membayar penginapannya dan mereka bahkan memberi sedikit makanan kepadanya. Dia bahkan tidak memiliki kamar sendiri. Mereka tidak memberitahu dia kapan akan kembali dari perjalanan mereka. Jadi dia ditinggalkan tidur di luar rumah!"

Ashley menyoroti hal itu karena penyalahgunaan ini yang seringkali menyebabkan banyak pekerja asing merasa sangat kecewa.

"Pemberi kerja yang tidak berperasaan dan buruk adalah alasan mengapa depresi membuat banyak pembantu melakukan bunuh diri," lanjutnya.

Diketahui, seorang pembantu dari Myanmar melompat dari ketinggian hingga tewas setelah diduga diperlakukan sangat buruk oleh atasannya.

Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.