Selamatkan siswa dari penembakan sekolah Florida, guru ini dijuluki pahlawan




       Seorang guru rela kehilangan nyawanya demi menyelamatkan para siswa dari serangan tembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Texas, Amerika Serikat kemarin. Dia adalah guru geografi bernama Scott Beigel.



Pada saat suara tembakan mulai terdengar di seantero sekolah, Beigel tahu bahwa situasi sedang tidak aman. Dia pun berpikir dengan cepat untuk membawa murid-muridnya ke sebuah ruangan agar selamat dari pelaku yang menembakan pelurunya secara membabi buta.



Beigel membuka sebuah pintu kelas dan membiarkan para murid masuk ke dalam. Namun saat berniat menutup pintu kelas dan menguncinya kembali, Beigel terkena peluru hingga akhirnya tewas.

Banyak murid yang diselamatkan Beigel menyebutnya sebagai pahlawan karena keberanian yang dimilikinya. Guru tersebut telah mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan nyawa orang lain.

"Pak Beigel adalah pahlawan saya dan dia akan selamanya menjadi pahlawan saya. Saya tidak akan pernah melakukan tindakan yang dia lakukan apabila saya jadi dia. Tetapi dia melakukannya," kata seorang siswa bernama Kelsey Friend sambil menangis tersedu-sedu, dikutip dari Independent, Jumat (16/2).

"Jika keluarganya menonton ini, ketahuilah bahwa putra atau saudara laki-laki Anda adalah orang yang sangat luar biasa. Saya bisa hidup hari ini karena dia," lanjutnya.

Ucapan belasungkawa terus mengalir untuk Beigel di berbagai media sosial. Kebanyakan datang dari para siswa yang pernah atau sedang diajar olehnya dan juga dari sebuah organisasi perkemahan di mana Beigel pernah menjadi konselor di tempat tersebut.

"Pak Beigel adalah guru geografi saya saat kelas lima. Dia adalah pria yang cerdas dan memiliki hati yang besar. Dia selalu memperhatikan saya dan bahkan rela kehilangan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain. Terima kasih, Pak Beigel," tulis seorang siswa bernama Aidan Minoff.

Sebagaimana diketahui, kemarin SMA Marjory Stoneman Douglas diserang oleh serangkaian tembakan. Pelaku penembakan rupanya merupakan mantan siswa di sekolah itu yang dikeluarkan karena kerap membuat onar. Dia bernama Nikolas Cruz (19 tahun). Tidak jelas motif apa yang mendorong Cruz melakukan aksi keji tersebut.

Sebanyak 17 orang tewas akibat serangan itu di mana 12 orang di antaranya tewas dalam sekolah sementara tiga orang lainnya meregang nyawa di luar sekolah. Dua korban lain meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit sedangkan korban terluka hingga saat ini masih menjalani perawatan.


Sumber : merdeka

No comments

Powered by Blogger.