Terdengar Jeritan dari Dalam Kuburan, Warga Ramai-ramai Bongkar Sebuah Makam

 https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

 Seorang wanita dilaporkan dikubur hidup-hidup dan dibiarkan terbaring sadar di dalam peti matinya selama sebelas hari.

Warga kemudian ramai-ramai membongkar makam tersebut.

Dilansir dari artikel yang ditayangkan Metro.co.uk pada 16 Februari 2018, makam yang dibongkar ialah makam seorang wanita bernama Rosangela Almeida dos Santos (37).


https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Santos meninggal pada 28 Januari 2018 yang lalu.

Ia meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit akibat menderita kelelahan fisik parah.

Sesampainya di rumah sakit, Santos terkena serangan jantung.

Pihak rumah sakit menyatakan Santos telah meninggal dunia.

Keesokan harinya keluarga menguburkan Santos di pemakaman kota asalnya Riachao das Neves, Brazil.

Setelah dikuburkan itulah, pada keesokan harinya terdengar suara jeritan dan teriakan.

Penduduk setempat bernama Natalina Silva mengatakan bahwa banyak orang mendengar teriakan dan jeritan yang datang dari kuburan.

"Ketika saya sampai di sana, tepat di depan makam, saya mendengar suara seperti benturan dari dalamnya," kata Silva. Namun warga menganggap itu hanya perasaan mereka saja.


https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore




Selama 11 hari berikutnya suara dari dalam makam Santos semakin terdengar.

"Kupikir anak-anak yang bermain di sekitar pemakaman itu sedang bercanda denganku."

"Kemudian aku mendengarnya mengerang dua kali, dan setelah itu erangan berhenti," tambah Natalina Silva.

Warga semakin yakin bahwa Santos masih hidup dan berjuang untuk memberitahu orang-orang agar membongkar makamnya.

Secepat mungkin warga membongkar makam Santos dan memberitahu pihak keluarga.

Setelah peti dikeluarkan dan dibuka, beberapa warga mencoba mengecek kaki Santos.

Kaki perempuan itu masih hangat yang menandakan Santos tadinya belum mati.

'Ibu Santos, Germana de Almeida (66), berkata, "Dia telah mencoba untuk membuka tutup peti, bahkan paku yang tadinya menancap di peti sudah terlepas."

"Tangannya terluka, seperti sedang berusaha keluar."



Keluarga yakin bahwa Santos dinyatakan mati oleh pihak rumah sakit tidaklah akurat.

Saudara Santos yang bernama Isamara Almeida, mengatakan, "Kami tidak ingin menuduh dokter manapun, kami tidak ingin menimbulkan masalah."

"Tapi kita menyaksikan situasi itu, tidak mungkin seseorang yang dikuburkan selama 11 hari dan tubuhnya masih hangat," tambahnya.

Namun sayang, ketika peti sudah dibuka Santos keburu mati kehabisan tenaga dan nafas, wajahnya pun juga sudah membiru.

Ia kemudian dikuburkan kembali.

Kepala polisi Arnaldo Monte, yang memimpin penyelidikan tersebut mengatakan, "Kami hari ini mulai menerima pernyataan dari anggota keluarga dan saksi lainnya."

"Jika perlu, kita akan menggali kembali kuburan Santos, sehingga kita bisa sampai ke sebuah kesimpulan dari apa yang sebenarnya terjadi."

Sementara, pihak rumah sakit yang menyebut Santos sudah meninggal mengatakan bahwa mereka akan memberikan semua informasi yang diperlukan.






Sumber : Berita Faktual

No comments

Powered by Blogger.