<-->

10 Tahun di Yordania, TKI Asal Indramayu Tak Bisa Pulang

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sutiah (38), warga Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tidak bisa pulang setelah selama 10 tahun menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Yordania.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Sudah 10 tahun jadi TKI tidak bisa pulang, bahkan sudah dua bulan ini Sutiah tidak ada kabarnya," kata Tarwen, sang ibu kandung, Selasa (6/3/2018).

Ia mengungkapkan, keluarga terakhir berkomunikasi dengan Sutiah dua bulan lalu. Saat itu Sutiah memberi kabar hendak pulang akhir Januari 2018. Tapi sampai sekarang, dia belum juga pulang.

"Anak saya selalu dijanjikan akan dipulangkan oleh majikannya, namun sampai saat ini belum juga dipulangkan sampai suaminya sudah menikah lagi dengan perempuan lain," ungkapnya.

Ia menceritakan Sutiah direkrut oleh Sanusi alias Wewe, sponsor asal Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, pada 2008. Sutiah diberangkatkan ke Yordania menjadi pembantu rumah tangga di rumah keluarga Sawsan Ali Alderee dan Sharci.

"Berangkat ke Yordania sewaktu anaknya masih berumur dua tahun. Sekarang anaknya sudah kelas VI sekolah dasar," terangnya.

Putri pertamanya, lanjut Tarwen, sebelumnya masih bisa berkomunikasi, walaupun tidak sering, namun sekarang justru sama sekali tidak bisa berkomunikasi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
"Sekarang saya jadi hawatir dengan keberadaan anak saya," ucapnya.

Sementara Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih, menambahkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan ke KBRI Amman, Yordania, dan ke Direktorat PWNI serta BHI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta.

"Setelah data-data sudah lengkap, baru kami akan mengadukan permasalah ini ke Kemlu," tambahnya. 

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.