Air Kemasan Ditinggal di Mobil Berbahaya, BPOM: Tidak Benar!



       Baru-baru ini tersebar pesan berantai di sosial media yang berisikan 'Air Kemasan Yang Ditinggal Di Dalam Mobil Anda Sangat Berbahaya!'. Dalam pesan tersebut disampaikan, hal ini dikarenakan oleh dioxin yang dihasilkan saat air minum kemasan botol.



Berita ini pun sampai ke pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dengan segera dibantah dengan rilis yang dikeluarkan di laman resmi BPOM. Menurut BPOM, isu tersebut merupakan isu lama dan lembaga penelitian yang disebutkan dalam berita tersebut telah melakukan klarifikasi resmi terkait kebenaran berita itu .

Berikut ini adalah penjelasan resmi oleh BPOM:

PENJELASAN BPOM RI

Sehubungan dengan informasi di media sosial mengenai "Air Kemasan Yang Ditinggal Di Dalam Mobil Anda Sangat Berbahaya!", BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. Isu mengenai "Air Kemasan Yang Ditinggal Di Dalam Mobil Anda Sangat Berbahaya" adalah TIDAK BENAR. Isu tersebut merupakan isu lama dan lembaga penelitian yang disebutkan dalam berita tersebut telah melakukan klarifikasi resmi terkait kebenaran berita tersebut.

2. Dioxin tidak dapat dihasilkan dari kemasan plastik yang terpapar panas di dalam mobil atau plastik yang dibekukan.

3. Setiap jenis kemasan pangan baik berupa plastik, kertas ataupun lainnya berpotensi untuk melepaskan komponen penyusunnya ke dalam pangan yang dikemas. Perpindahan tersebut dapat meningkat dengan adanya suhu tinggi dan waktu kontak yang lama. Proses produksi yang baik dilakukan oleh industri untuk menjamin komponen penyusun yang terlepas sesuai dengan persyaratan dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.

4. BPOM RI melakukan pengawasan dan kajian terhadap beberapa jenis kemasan plastik, hasilnya menunjukan bahwa tingkat paparan masyarakat indonesia masih dalam taraf aman.

5. Terkait dengan penggunaan plastik di dalam microwave, tidak semua jenis plastik dapat digunakan di dalam microwave. Karena itu bacalah petunjuk pemakaian yang dicantumkan oleh produsen.


Sumber : Detik

No comments

Powered by Blogger.