Ambil Pepaya di Kebun Tetangga untuk Dimasak, Seorang Nenek Miskin Dilaporkan ke Polisi




     Seorang wanita miskin lanjut usia harus menerima kenyataan pahit dilaporkan ke polisi. Mirisnya, ia harus menghadap ke kantor polisi akibat hal sepele yang sebenarnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.



Dikutip dari Kompas.com, seorang wanita 65 tahun  warga Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan ke kepolisian sektor setempat. 



Wanita lanjut usia bernama Alma tersebut dituding mencuri tiga buah pepaya milik tetangganya.

Dilansir dari humas.polri.go.id, kasus tersebut terjadi pada Rabu (14/3/2018). 

Saat itu nenek Alma terpergok Rosid mencuri pepaya di kebunnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi kemudian mendatangi rumah pelaku, yang ternyata seorang nenek tua dan hidup dalam kemiskinan.

Nenek Alma selama ini tinggal bersama ayahnya yang sudah sangat lanjut usia.

Selain meminta keterangan langsung dari para tetangga, polisi juga melakukan olah TKP kasus pencurian tiga buah pepaya itu.

“Jadi nenek tersebut pada tanggal (14/3/2018), dilaporkan kepada kami karena diduga mencuri pepaya sebanyak tiga buah,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Jumat (23/3/2018). 

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya memang benar nenek tersebut mencuri pepaya milik korban. 

“Dari hasil pemeriksaan, nenek itu mengakui perbuatannya, dan dia mencuri pepaya untuk dimasak demi menyambung hidupnya. Kondisinya memang tidak mampu,” tambah Kusworo.

Polisi kemudian memanggil pelapor dan Nenek Alma untuk dilakukan mediasi. 

“Jadi merujuk kepada Peraturan Mahkamah Agung dan STR Kapolri, di mana kasus pencurian di bawah Rp 2,5 juta bisa diselesaikan secara kekeluargaan, di mana bisa diselesaikan di luar pengadilan. Apalagi kondisi nenek ini memang benar-benar tidak mampu,” terangnya.

Akhirnya, lanjut Kusworo, pihak pelapor kemudian bersedia memaafkan, dan nenek Alma berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Setelah kita mediasi, akhirnya keduanya sepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan, dan si nenek berjanji tidak akan mengulangi,” tambahnya.

Setelah video itu viral, polisi kemudian menggelar penyelidikan dan mengatakan telah menangkap tiga orang yang mengorganisir penyiksaan dan penyerangan itu.

Dari tiga orang yang ditangkap, dua di antaranya adalah suami dan putra kandung perempuan yang disiksa itu.

Sumber : grid

No comments

Powered by Blogger.