Derita Penyakit Kanker Payudara Stadium Akut,BMI Hong Kong Asal Blitar :"Semoga ada keajaiban buat saya"

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) terbaring lemah di ranjang nomor 11X, lantai 4 di Prince of Wales Hospital, Shatin. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Wiji Utami (42), BMI kelahiran Sawahan, Kanigoro – Blitar ini didiagnosa mengidap penyakit kanker payudara stadium akut.

Wiji memilih pulang kampung halaman, lantaran dokter yang menanganinya menyatakan sudah tidak mungkin dilakukan tindakan operasi. Ini mengingat kankernya sudah menyebar ke berbagai organ penting dalam tubuhnya.

Dikutip dari apakabaronline,Wiji berangkat ke Hong Kong pada tahun 2002 dan bekerja pada majikan pertamabya sampai  finish kontrak. Selanjutnya, pada 2004 ia bekerja pada majikan yang kedua dan masih bekerja pada majikan yang sama hingga sekarang sudah mencapai tahun ke-14.

Menurut cerita Wiji, Penyakitnya bermula pada tahun 2012 lalu, Wiji merasakan ada benjolan kurang lebih sebesar telur puyuh, tepatnya di bagian bawah ketiak sebelah kiri. Ia menyampaikan kepada anak majikan, lantas dibawa ke dokter. Dokter menyatakan tidak ada sesuatu yang serius. Tidak perlu ada tindakan medis lebih lanjut.

Namun.pada tahun 2016 Benjolan yang awalnya di bawah ketiak, terasa di bagian seputar payudara. Wiji kembali dibawa ke dokter. Hasil laboratorium menyatakan berjolan tersebut merupakan tumor , Operasi untuk Wiji pun dijadwalkan.

Pada tahun 2017 Operasi dilakukan untuk mengangkat benjolan tumor payudara sebelah kiri. Bagian kulit perut Wiji juga diambil sebagian untuk menutup (menambal) bekas operasi payudaranya. Wiji menjalani kemo selama delapan kali.

Belum selesai, pada Desember 2017 Wiji kembali merasa ada benjolan pada payudara kiri, yang sebelumnya sudah dioperasi/diambil tumornya. Tes laboratorium kembali dilakukan. Kali ini, hasil diagnosa dokter menyatakan Wiji menderita kanker payudara stadium akut.

Dan pada 5 Maret 2018 lalu Wiji harus di rawat inap di Rumah Sakit Prince Of Wales hingga saat ini. Ia mengeluhkan benjolannya. Dokter menyatakan operasi sudah tidak bisa dilakukan karena sel kanker sudah menyebar ke beberapa organ tubuh bagian dalam. Wiji mengeluh sering mengalami demam tinggi, sehingga upaya medis lain pun tak bisa dilakukan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

”Saya hanya berharap bisa segera pulang ke Kanigoro – Blitar pada 18 Maret mendatang ini. Semoga bisa berkumpul kembali dengan anak saya satu-satunya, yang saat ini sedang menempuh kuliah di Bali. 

Semoga ada keajaiban buat saya. Mohon doa,” tutur Wiji. Sementara itu, pihak Leader Employment Agency di Taipo berikut KJRI Hong Kong telah mengantongi informasi ini dan sedang mengupayakan yang terbaik buat Wiji Utami.

Sumber:situskartini

No comments

Powered by Blogger.