Disiksa Majikan, TKW Asal Way Kanan Kabur

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Diana Fitria (37), tenaga kerja Indonesia asal Kelurahan Taman Asri, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, belum lama ini kabur setelah mendapat penyiksaan dari sang majikan. Ibu lima anak yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Singapura ini, mengalami luka di sejumlah tubuh bekas kekejaman sang majikan. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Saat dikonfirmasi di rumah kediaman kakak korban, Eli Hertika (54) menjelaskan bahwa adiknya baru seminggu bekerja sebagai TKW di Singapura. "Adik saya Diana berangkat lewat sponsor PT Eka Santi Jaya Muliya di Bekasi, setelah sebelumnya mendapat informasi di Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara ada penyaluran TKI untuk bekerja keluar negeri," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (13/3/2018). Menurutnya, baru satu minggu bekerja di Singapura, pihak keluarga mendapat pesan singkat dari Diana yang mengatakan bahwa dirinya dianiaya oleh ibu dari majikan dimana tempat dirinya bekerja. 

Pihak keluarga meminta Diana untuk kabur dan meminta pertolongan untuk mencari polisi terdekat. "Pada saat kabur itu adik saya tidak tau mau kabur kemana dan ia mengatakan bahwa di sini hutan dan banyak pohon pinus di sekelilingnya. Karena tidak tau mau lari kemana, Diana akhirnya tertangkap lagi oleh majikannya dan ponsel miliknya ditahan. Kata majikannya, kamu sudah saya kontrak selama dua tahun," terangnya. Setelah itu, pihak keluarga tidak mengetahui lagi apa kabar Diana di Singapura selama ponselnya ditahan majikan. 

Setelah beberapa minggu kemudian, lanjut Eli, Diana kembali menelpon keluarga dengan meminta dan memohon kepada majikan dengan alasan untuk mengabari keluarganya bahwa dirinya dalam keadaan baik. Pada saat majikannya berangkat kerja dan anak majikannya sedang di kamar mandi, Diana kembali kabur dari rumah majikannya. Setelah beberapa waktu, akhirnya Diana menemukan kantor polisi terdekat dan meminta perlindungan. 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Setelah itu, Diana diantarkan oleh petugas kepolisian setempat ke KBRI di Singapura dan sampai dengan saat ini Diana masih berada disana dan belum pulang karena menunggu proses pemulangan. "Berdasarkan keterangan adik saya, dia disuruh kerja menjaga atau mengurusi nenek-nenek usia (81) yang mengalami gangguan jiwa. Padahal janji sebelumnya, Diana ditugaskan untuk mengasuh anak yang mengalami keterbelakangan mental," ujarnya. Pihak keluarga berharap pemerintah Indonesia untuk segera memulangkan Diana ke tanah air dan bisa kumpul bersama keluarga.  

Sumber:lampost

No comments

Powered by Blogger.