<-->

Ekonomi Memburuk, Banyak Hewan di Kebun Binatang Venezuela Kelaparan



     Situasi ekonomi yang memburuk di Venezuela berdampak pada keberlangsungan kehidupan hewan di kebun binatang. Kebun binatang yang terletak di kota San Francisco, negara bagian Zulia, terpaksa tutup pada awal bulan ini setelah gambar-gambar hewan yang kelaparan beredar di masyarakat. 



Binatang yang mengalami kelaparan di kebun binatang tersebut termasuk singa, harimau Bengal, jaguar, dan beberapa burung. Sementara, bebek, babi, dan kambing telah dikorbankan menjadi makanan penghuni lainnya. 



Gambar puma ceking yang telah diselamatkan dari perburuan itu pertama kali muncul pada surat kabar Panorama. "Krisis terbaru di Venezuela membuat mereka seolah-olah menyusut," kata seorang pekerja kebun binatang.

Dua burung pemangsa di kebun binatang yang kelaparan juga harus menjadi kanibal dengan memakan rekan sekandangnya.

"Kalau harimau Bengal yang paling kuat. Sementara, singa yang tua menjadi kurus karena kehilangan berat badan," ucap seorang staf. Untuk mengatasi kekurangan daging, petugas kebun binatang mulai berburu iguana liar dan memancing ikan. 

Selain kekurangan pakan, kebun binatang Zulia juga harus menghadapi aksi pencurian. Pada 2016, sekitar 40 hewan termasuk seekor tapir telah dicuri. 

Pada tahun yang sama, kebun binatang Caricuao di Caracas harus menerima kenyataaan seekor kuda dibunuh oleh penyerang yang mengambil dagingnya untuk dimakan. 

Di negara bagian Falcon, dua babi liar juga dicuri dari kebun binatang.

Selain itu, burung merak dan burung lainnya dicuri dari kebun binatang Bararida, Barquisimeto. 

Banyak asumsi yang mengklaim, pencurian dilakukan oleh warga yang kekurangan makanan. Upah minimum di Venezuela setara dengan 27 dollar Amerika Serikat per bulan atau Rp 372.000, hampir tidak cukup untuk membeli dua kg daging. 

Banyak masyarakat yang hidup dengan mengandalkan nasi dan umbi-umbian. Dalam riset tahun lalu, sebanyak 87 persen penduduk Venezuela hidup dalam garis kemiskinan.







Sumber : Kompas

No comments

Powered by Blogger.